Select Menu

Slider

Diberdayakan oleh Blogger.

Berita Haji dan Umroh

Alumni Sahara Kafila

Racing

Video Perjalanan Umroh Sahara Kafila


Dua jemaah calon haji dari Banjarmasih berusia lebih dari seabad yaki 101 dan 104 tahun. Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Selatan Muhammad Tambrin menginformasikan di antara ribuan calon haji daerah itu pada 2014 diwarnai kesertaan dua lansia berumur lebih seabad, bahkan seorang di antaranya sudah 104 tahun.
“Calon haji (calhaj) asal daerah kita tahun 2014 ada dua orang yang berusia di atas 100 tahun, yaitu 101 dan 104, masing-masing atas nama Ngadi Suparto Aserap dan Jumri Jabar Daim,” ungkap Tambrin di Banjarmasin, Jumat (15/8/2014) sebagaimana ditulis Kantor Berita Antara.
“Kedua warga yang sudah berusia lebih dari seabad itu berasal dari Kabupaten Tanan Laut (Tala), salah satu daerah penerima transmigrasi di Kalsel sejak tahun 1950 yang ketika itu dikenal dengan transmigrans spontan,” lanjutnya.
Dia menerangkan sesuai kur’ah atau pencabutan undian keberangkatan calhaj di Hotel Mercure Banjarmasin 12 Agustus lalu yang dihadiri semua Kemenag kabupaten/kota se-Kalsel, jadwal keberangkatan dari Tala pada kloter 13.
Calhaj asal Bumi Tungtung Pandang Tala sebanyak 134 orang akan bergabung dengan Kota Banjarmasin 16 orang dan dari Kalimantan Tengah (Kalteng) 120 orang.
“Kedua lansia dari Bumi Tuntung Pandang itu akan tergabung pada kloter 13 tersebut. Dikabarkan, kedua orang lanjut usia (lansia) itu sampai belakangan ini tetap siap berangkat,” ucapnya.
Tambrin menambahkan kedua calhaj Kalsel yang sudah renta tersebut masuk lewat jalur khusus lansia yang tahun ini diberi kuota nasional untuk lansia di Kalsel sebanyak 15 orang. “Terdata, lansia termuda yang berangkat tahun ini berumur 88 tahun,” katanya.
Sebagaimana diketahui, kuota keberangkatan Calhaj Kalsel melalui Embarkasi Banjarmasin atau Bandara Syamsuddin Noor di Banjarbaru sebanyak 5.050 orang, yang tergabung dalam 10 kloter, plus tiga kloter asal Kalteng.
Jadwal keberangkatan kloter Calhaj Kalsel dimulai 18 September 2014, yaitu kloter pertama dari Kabupaten Tabalong sebanyak 320 orang, kedua Banjarmasin dan kloter ketiga asal Kabupaten Banjar. (Solopos)
- -
Kebersihan diri dan lingkungan merupakan salah satu yang harus diperhatikan jamaah haji selama menunaikan ibadah haji. Apalagi saat ini ada dua penyakit yakni MERS-CoV dan Ebola, yang menjadi perhatian dunia dan perlu diwapadai dan diantisipasi oleh para jamaah haji.

Dengan melakukan kebersihan diri dan lingkungan para jamaah haji khususnya dari Indonesia bisa mencegah dari paparan berbagai penyakit yang lebih banyak disebabkan oleh virus, dan kuman yang terkait dengan kebersihan dan lingkungan.

Menurut Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Geriatri RSUP Dr Sardjito dr Probosuseno, SpPD-KGer, FINASIM ada berbagai hal terkait dengan kebersihan diri dan lingkungan selama menunaikan ibadah haji yakni:
1. Cuci tangan sebelum makan merupakan hal yang penting. Karena tanpa sadar tangan seringkali menjelajah ke mana saja seperti wajah, kaki, ketiak, kadang pantat, mata dan mulut dan lain-lain.
2. Mandi memakai sabun, tetapi untuk bagian kulit tangan dan kaki yang sering terpapar udara luar jangan disabun (terlebih sabun yang keras), karena lapisan minyak yang ada di dalam tubuh dibutuhkan sebagai pelindung.  Sehingga tidak mudah gata-gatal dan pecah-pecah yang kadang sampai mengeluarkan darah.
3.  Sikat gigi usai makan dan akan tidur.
4. Mengatur tempat istirahat dengan rapi indah meski cukup padat (berjejal), termasuk membuat kesepakatan dengan seluruh penghuni kamar sampai di mana batas daerah suci/bersih sandal atau sepatu boleh masuk. Sehingga bila sudah jelas area bersih dan tidak, para jamaah haji bisa duduk atau tiduran dengan santai dan mantap.
5. Jika bersin  atau batuk jangan menghadap ke arah orang lain. Pada saat bersin harus ditutup dengan tisu atau sapu tangan atau ke arah lengan baju  sendiri sambil menutup area muklut-hidung. Jika akan membuang ingus sebaiknya satu lobang hidung bergantian, jangan keduanya bersama untuk kesehatan hidung dan telinga, karena ada hubungan antara hidung dengan telinga tengah.
6. Cuci sajadah atau sorban yang sering digunakan sebagai alas sholat atau alas duduk. Cermati bagian yang atas atau bawah yag menempel pada tubuh, agar kulit tidak kontak  dengan bagian sajadah atau sorban yang kadang dipakai sebagai alas atau sajadah.
7. Membawa tempat alas kaki (sandal atau sepatu) disaat beribadah di masjid (agar jika pulang bisa langsung tanpa harus kembali ke temoat menaruh alas kaki), jangan dititipkan teman/istri.
''Dari beberapa kejadian yang kami temui ada dua jamaah haji yang kakinya yang satu  melepuh dan satunya membusuk. Karena  usai thowaf umroh dan sa’i siang hari kedua jamaah haji tersebut terpisah dengan istrinya yang dititipi sandal.
Akhirnya kedua laki-laki tersebut berjalan dengan kaki tanpa alas kaki dan akhirnya luka yang sulit sembuh, karena  punya sakit kencing manis (red. diabetes mellitus),''ungkap dr Probo, sapaan akrab Probosuseno. (Republika)
- -

Jelang sepekan masa pelunasan tahap empat Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) reguler 1435 H, tersisa 417 calon jamaah haji (calhaj) yang belum melakukan pelunasan.

"Itu artinya jumlah jamaah yang sudah melunasi telah mencapai 99,73 persen," kata Kasubdit Pendaftaran Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), Nur Arifin, kepada ROL di Jakarta.

Disebutkannya, jumlah calhaj yang melunasi per tanggal 15 Agustus 2014 berjumlah 153.639 untuk jamaah dan 1.144 untuk petugas. Jadi yang telah melunasi, kata dia, berjumlah 154.783 dari total kuota 155.200 orang. "Besaran kurs pada hari ini Rp 11.75," lanjutnya.  

Dikatakannya, batas akhir pelunasan BPIH tahap empat adalah pada 22 Agustus 2014. Jika mereka yang belum melunasi tidak mampu melakukannya hingga batas waktu yang ditetapkan, Arifin mengatakan, akan digantikan dengan jamaah lain sesuai urutan yang ada di bawahnya.

Arifin optimistis persiapan pemberangkatan jamaah ke Tanah Suci akan berjalan baik, termasuk di bagian pendaftaran haji. Dengan sistem yang transparan, kata dia, masyarakat calon peserta haji akan mulai dilatih agar hidup tertib sesuai aturan. 

"Agar penyelenggaraan haji bisa dilaksanakan secara adil, profesional, dan akuntable," katanya. (Republika)
- -

Jamaah diimbau tetap waspada.
Epidemi MERS atau Flu Arab yang tengah melanda wilayah Arab Saudi tak membuat penyelenggaraan umrah tersendat. Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (KESTHURI) Asrul Aziz Taba menjelaskan, MERS tidak memengaruhi pelaksanaan umrah bagi para jamaah di Tanah Air.

Umrah lancar, baik sebelum wabah itu menyebar atau saat informasi MERS itu tengah ramai diperbincangkan di Tanah Air. “Umrah tetap berjalan baik,” ujarnya Senin pekan lalu, usai tiba di Tanah Air selepas menyelenggarakan umrah bersama KESTHURI Bersyukur.

Penyelenggara Umrah mengapresiasi sikap pencegahan dini pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Agama (Kemenag) terhadap mewabahnya Middle East Respiratory Syndrom (MERS) di Arab Saudi.

Pihak asosiasi umrah yang terdiri dari para biro travel umrah mengaku penyelenggaraan umrah tidak terganggu dengan peringatan dini yang disampaikan pemerintah tersebut.

Asrul mengungkapkan, walaupun pemberitaan terkait MERS luar biasa namun kenyataannya minat berumrah warga Indonesia tetap tinggi. Bahkan, memasuki Rajab dan sebelum Ramadhan, sering kali terjadi lonjakan jumlah jamaah umrah.

Ini terlihat dengan suksesnya asosiasi yang ia pimpin memberangkatkan 500 jamaah umrah yang tergabung dari sembilan travel dalam satu agenda umrah bersama KESTHURI Bersyukur. Seluruh peserta umrah dalam kondisi sehat walafiat.

Menurut dia, umrah bersama KESTHURI Bersyukur itu menjadi salah satu indikator menunjukkan bahwa kekhawatiran MERS tersebut tidak menurunkan minat umrah jamaah Indonesia.

Namun demikian, ia menegaskan kewajiban bagi penyelenggara umrah untuk memberikan pemahaman pencegahan dan hidup sehat kepada jamaah selama di Tanah Suci.

Minimal, ia memastikan kepada pihak penyelenggara umrah agar menyiagakan dokter medis bersama rombongan jamaah. Karena hal itu, merupakan langkah antisipatif menghandiri virus MERS.

Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Baluki Ahmad, dalam keterangan persnya bersama Direktorat Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, menyampaikan, masyarakat atau jamaah yang akan berangkat umrah tidak perlu terlalu panik.(Republika.co.id)
- - -
Ketua komisi pemilihan umum, Sadi Güven, menyerahkan piagam kemenangan Erdogan kepada ketua parlemen, Cemil Çiçek (Anadolu)
Komisi pemilihan umum Turki mengumumkan secara resmi kemenangan kandidat presiden yang dicalonkan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK-Parti), Recep Tayyip Erdogan, dalam pemilu presiden 2014.

Melalui situs resminya, komisi menyatakan bahwa Erdogan menang dengan Perolehan 51.79% suara. Jauh melampaui kandidat lain, Ekmeledin Ihsanuoglu yang memperoleh 38.44% suara, dan Selahattin Demirtaş yang memperoleh 9.76% suara.
Sementara itu, ketua komisi, Sadi Güven, menyerahkan piagam kemenangan Erdogan kepada ketua parlemen, Cemil Çiçek, kemarin di kantor kepada parlemen.

Dalam pernyataannya, Çiçek berharap pemilu presiden ini membawa banyak kebaikan kepada rakyat, negara, kehidupan demokrasi, dan juga Erdogan yang menjadi presiden Turki ke 12, dan presiden Turki pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat. (msa/dakwatuna/anadolu)


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/08/16/55834/erdogan-resmi-dinyatakan-menang/#ixzz3AjA1HDzT 

1998
Abu Syauqi, salah satu tokoh dai muda Bandung, bersama beberapa rekan di kelompok pengajian Majlis Taklim Ummul Quro sepakat membentuk lembaga sosial yang concern pada bantuan kemanusiaan. 2 Juli 1998, terbentuklah organisasi bernama Dompet Sosial Ummul Quro (DSUQ). Sekretariat bertempat di Jl. Turangga 33 Bandung sekaligus sebagai tempat kajian. Jamaah pengajian semakin berkembang. Dipergunakanlah Masjid Al Manaar Jl. Puter Bandung sebagai tempat kajian rutin.
1999
Dukungan masyarakat yang terus meluas mendorong dilakukannya pengelolaan organisasi ini lebih baik. Kantor sekretariat pindah ke Jl. Dederuk 30 Bandung. Mendekat ke forum pengajian di Masjid Al Manaar. Pencapaian donasi selama 1998-1999 terkumpul sebanyak Rp 0,8 Milyar.
2000
Animo masyarakat pada perlunya organisasi kemanusiaan semakin meningkat. Masyarakat memandang penting misi sosial ini diteruskan bahkan untuk kiprah yang lebih luas . Dirintislah program bea siswa pendidikan yatim dan dhuafa, layanan kesehatan, rehabilitasi masyarakat miskin kota, dll. Pemekaran mulai dilakukan dengan membuka kantor cabang Yogyakarta, Mei 2000 di Jl. Veteran 9. Cabang Bandung dipindah ke sekretariat awal di Jl. Turangga 33 Bandung. Donasi selama setahun terkumpul Rp 2,1 Milyar.
2001
Februari, Kantor cabang Jakarta resmi berdiri di Jl. Ekor Kuning Rawamangun, Jaktim. Pengumpulan donasi terbukukan sebesar Rp 2,19 Milyar
2002
Identitas lembaga sebagai lembaga amil zakat semakin dikuatkan. Kantor Cabang Jakarta pindah ke Jl. Taruna 43 Pulogadung. Penerimaan donasi meningkat menjadi Rp 4,19 M
2003
DSUQ berubah nama menjadi Rumah Zakat Indonesia DSUQ seiring dengan turunnya SK Menteri Agama RI No. 157 pada tanggal 18 Maret 2003 yang mensertifikasi organisasi ini sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional. Bulan Mei, Rumah Zakat Indonesia DSUQ hadir di ibukota Jawa Timur, Surabaya. Perolehan donasi terus meningkat menjadi Rp 6,46 M.
2004
Kantor cabang Tangerang berdiri. Ekspansi mulai melebar ke Sumatera dengan didirikannya kantor cabang Pekanbaru, Riau. Dimulainya pembangunan sistem Teknologi Informasi untuk peningkatan mutu pelayanan. Hampir seluruh kantor cabang telah tersambung secara online. Website www.rumahzakat.org dirilis, menggantikan alamat situs sebelumnya di www.rumahzakat.net. Menguatkan branding lembaga dengan nama Rumah Zakat Indonesia. Kepercayaan masyarakat semakin tumbuh, donasi terkumpul sebanyak Rp 8,92 M.
2005
Pertumbuhan cabang meningkat pesat. Tsunami Aceh yang terjadi 26 Desember 2004 membuka akses Rumah Zakat Indonesia lebih berperan di Sumatera. Cabang-cabang baru pun dibuka : cabang Aceh, Medan, Padang, Palembang, Batam berdiri. Di Jawa, berdiri pula kantor cabang Semarang, ditambah jaringan kantor cabang pembantu di Bekasi, Bogor, Depok, Jakarta Selatan, Cirebon, Solo. Cabang Pekanbaru juga berekspansi dengan memiliki kantor cabang pembantu Duri dan Dumai. Sistem informasi lembaga mulai masuk ke jaringan on line. Mulai transaksi online, absensi on line, dan beberapa software keuangan. Penerimaan donasi meningkat tajam khususnya dari bantuan masyarakat untuk program rehabilitasi pasca tsunami Aceh, tercatat Rp 45,26 M donasi terkumpulkan.
2006 Regenerasi puncak pimpinan diestafetkan dari Ustadz Abu Syauqi beralih ke Virda Dimas Ekaputra. Babak sejarah baru Transformation From Traditional Corporate to Professional Corporate dimulai. Kesadaran berzakat terus didorong dengan merilis kampanye “When Zakat Being Lifestyle” Diluncurkanlah program Gelar Budaya Zakat (GBZ) Menuju Indonesia Sadar Zakat 2008 pertama kali di 6 kota. Donasi berhasil terkumpul sebanyak Rp 29,52 M.
2007
Pengembangan progam semakin disempurnakan termasuk dengan mengganti istilah Departemen Empowering menjadi Direktorat Program. Implementasi program mulai difokuskan hingga mengerucut pada empat induk yaitu EduCare, HealthCare, YouthCare, dan EcoCare. Pengelolaan program dilakukan dengan konsep terintergrasi dan berkelanjutan berbasis komunitas.
ICD merupakan tempat yang difokuskan untuk penyaluran yang terintegrasi yakni pendidikan, kesehatan, pelatihan kepemudaan, dan pemberdayaan ekonomi secara terpadu berbasis komunitas. Dengan Mustahik Relation Officer sebagai SDM pendamping, ICD menjadi pusat penyaluran program sehingga lebih terukur, dan terkontrol. Di tahun ini pula Rumah Zakat Indonesia melebarkan layanan program pendidikan dengan menyelenggarakan Sekolah Dasar Juara yang bersifat gratis. Guru-guru terbaik dipilih untuk mendidik calon pemimpin bangsa di sana.
Program komunikasi dikembangkan lebih massif melalui televisi. Diluncurkanlah TV Commercial perdana berjudul “Saya Percaya Rumah Zakat” menggandeng endorser Helmy Yahya. Acara Gelar Budaya Zakat (GBZ) Menuju Indonesia Sadar Zakat 2008 kembali digelar, kali ini diselenggarakan di 10 kota. Ternyata hasil komunikasi dan focusing program bekorelasi positif terhadap pencapaian donasi, terkumpul Rp 50,16 M. Triple digit growth!
2008
Rumah Zakat Indonesia berkeinginan kuat untuk memantapkan program-program pemberdayaan. Dukungan dan kepercayaan masyarakat menguatkan lembaga untuk semakin fokus kepada sebuah rekayasa peradaban besar yang sejak awal telah diimpikan, yakni “transformasi mustahik ke muzakki”. Wujud nyata usaha lembaga adalah dengan meluaskan jaringan pengembangan usaha kecil dan mikro di 18 kota.
Tidak hanya itu, Rumah Zakat Indonesia pun menyelenggarakan pelatihan-pelatihan motivasi dan ketrampilan dalam wadah Youth Development Center. Pelatihan motivasi ini memegang peranan penting karena karakter, pola pikir, dan sikap yang kontra produktif menyumbangkan andil besar dalam kelanggengan sebuah kemiskinan. Dan yang tidak kalah penting adalah pendampingan masyarakat dilakukan oleh 28 Mustahik Relation Officer (MRO) dengan didukung para relawan.
Pembelajaran untuk menjadi organisasi yang amanah dan professional terus dilakukan, salah satunya dengan penguatan program-program Human Capital. Diluncurkanlah program seperti EAZI (Executive Amil Zakat Indonesia), ADP (Amil Development Program), ACTPRO (Acceleration Program) dan sebagainya. Kegiatan peningkatan kapasitas ini terbukti efektif kompetensi memenuhi tuntutan profesi dan masyarakat.
Kepercayaan terus tumbuh, dari pencapaian donasi berhasil terkumpulkan donasi sebesar Rp 71,40 Milyar. Untuk memberikan edukasi lebih luas kepada masyarakat tentang zakat dan filantropi, Roadshow Gelar Budaya Zakat dilakukan, kali ini hadir di 19 Kota.
2009
Tahun ini menjadi tahun pertama pasca 10 tahun pertama milestone Rumah Zakat Indonesia. Guna penguatan organisasi dikokohkanlah organisasi baru pemberdayaan, yaitu : Rumah Sehat Indonesia (pengelola program kesehatan), Rumah Juara Indonesia (pengelola program pendidikan), Rumah Mandiri Indonesia (pengelola program kemandirian ekonomi). Peningkatan jumlah unit layanan terus dilakukan. Hingga akhir tahun telah berdiri 8 Sekolah Juara, 7 Rumah Bersalin Gratiis.
Tahun 2009 bisa disebut sebagai tahun ekspansi mengingat dalam 1 semester langsung dibuka 14 cabang baru sehingga menambah total jumlah jaringan sebanyak 45 kantor. Pengelolaan yang semakin baik mendapat apresiasi dari masyarakat antara lain award dari Karim Business Consulting yang menempatkan Rumah Zakat Indonesia sebagai #2 LAZNAS Terbaik dalam ISR Award (Islamic Social Responsibility Award 2009). Penghargaan juga datang dari IMZ (Indonesia Magnificence of Zakat) yang menganugerahi Rumah Zakat Indonesia sebagai The Best Organization in Zakat Development.
Pencapaian donasi tumbuh semakin baik, tercatat Rp 107, 3 Milyar berhasil dikumpulkan dan menjadikan Rumah Zakat Indonesia sebagai Organisasi Pengelola Zakat terbesar pengumpulan donasinya se-Indonesia.
2010
Krisis global 2009 banyak diprediksikan mulai pulih pada tahun ini, namun tantangan sosial dan ekonomi tak lebih mudah dihadapi. Rumah Zakat Indonesia menyikapi hal ini dengan melakukan rangkaian adaptasi dan perubahan menuju organisasi berskala global.
5 April 2010, resmi diluncurkanlah brand baru RUMAH ZAKAT menggantikan brand sebelumnya RUMAH ZAKAT INDONESIA. Dengan mengusung tiga brand value baru : Trusted, Progressive dan Humanitarian, organisasi ini menajamkan karakter menuju “World Class Socio-Religious Non Governance Organization (NGO)”.
Sharing Confidence diangkat menjadi positioning. “Dengan keyakinan yang kuat untuk berbagi dan menciptakan keluarga global yang lebih baik, Rumah Zakat berdaya upaya untuk menjadi organisasi terdepan di region yang menjamin program efektif dan berkesinambungan dalam memberdayakan masyarakat untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.”
Untuk memperkuat perubahan ini diluncurkan pula gerakan Merangkai Senyum Indonesia, sebuah rangkaian kegiatan untuk memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia jauh lebih khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan dan kelayakan hidup.
2011
Di tahun 2011 Rumah Zakat dapat memberikan bantuan kepada 835.163 penerima layanan manfaat yang berada dari Aceh hingga Papua. Di tahun ini Rumah Zakat memperoleh amanah sebesar Rp146 miliar dari para donatur dan mitra yang jumlahnya mencapai 99.246 orang.
Dari total penerimaan zakat 2011 porsi perusahaan yang memberikan sebagai bagian dari kegiatan CSR nya mencapai 9%. Rumah Zakat berupaya untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu melalui pendidikan (Senyum Juara), kesehatan (Senyum Sehat), dan ekonomi (Senyum Mandiri) di 121 wilayah binaan atau Integrated Community Development (ICD).
Di bidang pendidikan, Rumah Zakat memiliki program Sekolah Juara yang memberikan pendidikan gratis dan berkualitas. Saat ini Rumah Zakat telah mendirikan 12 Sekolah Juara yang tersebar 11 kota. Selain itu Rumah Zakat pun memiliki program beasiswa untuk siswa SD hingga mahasiswa yang hingga tahun 2011 telah membantu 629.626 anak.
Di bidang kesehatan, Rumah Zakat bersama mitra telah mendirikan 7 Rumah Bersalin Sehat Keluarga dan 1 Klinik Sehat. Rumah Zakat pun bekerjasama dengan 38 mitra Layanan Bersalin, dan kini memiliki 58 Armada Kesehatan dan Mobil Jenazah Gratis.
Sementara itu di bidang ekonomi, Rumah Zakat telah memiliki 33 Balai Bina Mandiri yang didirikan di wilayah binaan dan didampingi seorang Member Relationship Officer (MRO) yang memiliki tugas sebagai pendamping, pemberdaya, surveyor pemberdayaan, penggerak lingkungan, dan advokat masyarakat. Di wilayah ICD program pemberdayaan ekonomi seperti Kelompok Usaha Kecil Mandiri, Sarana Usaha Mandiri, Pelatihan Skill Produktif, hingga Budidaya Agro dilaksanakan.
2012
Pada tahun 2012 Rumah Zakat mendapat kepercayaan besar dari para donatur, yang senantiasa ikut serta dalam mendukung program-program perberdayaan, hal itu ditandai dengan meningkatnya program pemberdayaan dan penyaluran yang mampu menyapa berbagai daerah di dalam negeri bahkan sampai menjangkau ke luar negeri.
Dalam rangka meneruskan program Merangkai Senyum Indonesia, Rumah Zakat ingin mengajak masyarakat Indonesia agar tersenyum lebih lebar lagi dalam rangkaian program BIG SMILE Indonesia. Selain Senyum Sehat, Senyum Juara dan Senyum Mandiri, dalam BIG SMILE Indonesia ini Rumah Zakat juga menambahkan program Senyum Lestari sebagai bentuk kepedulian terhadap keadaan lingkungan hidup.
Berkat izin Allah SWT dan semangat kerja keras seluruh jajaran, Rumah Zakat juga berhasil memperoleh ISO 9001:2008 untuk kategori Provision of Distribution of Zakat Services pada September 2012. Keberhasilan ini menjadi pendorong manajemen untuk lebih meningkatkan profesionalisme dalam implementasi penyelenggaraan program-programnya.
Di bidang pendidikan, tahun 2012 Rumah Zakat menambah infrastuktur pendidikan sekolah Juara ditingkat SMP yaitu SMP Juara Pekanbaru. Sehingga akhir 2012 Rumah Zakat telah mendirikan 13 Sekolah Juara yang tersebar 11 kota. Selain itu Rumah Zakat pun memiliki program beasiswa untuk siswa SD hingga mahasiswa yang hingga tahun 2011 telah membantu 629.626 anak.
Di bidang kesehatan, Rumah Zakat bersama mitra telah mendirikan 7 Rumah Bersalin Sehat Keluarga dan 1 Klinik Sehat. Rumah Zakat pun bekerjasama dengan 48 mitra Layanan Bersalin, dan kini memiliki 19 Armada Kesehatan dan 39 Mobil Jenazah Gratis.
Sementara itu di bidang ekonomi, Rumah Zakat telah memiliki 33 Balai Bina Mandiri yang didirikan di wilayah binaan dan didampingi seorang Member Relationship Officer (MRO) yang memiliki tugas sebagai pendamping, pemberdaya, surveyor pemberdayaan, penggerak lingkungan, dan advokat masyarakat. Di wilayah ICD program pemberdayaan ekonomi seperti Kelompok Usaha Kecil Mandiri, Sarana Usaha Mandiri, Pelatihan Skill Produktif, hingga Budidaya Agro dapat dilaksanakan.
Ilustrasi. (shoorabad.deviantart.com)


Engkau menjadi saksi nak
Hari ini ayah titipkan sumbangan dari teman-teman ayah
Untuk saudara-saudara kita di Palestina

Hari ini engkau dekap mainanmu nak
Lalu kita jumpai syaikh dari Gaza
Dan ayah mintakan doanya untukmu

Teruslah nak
Teruslah menatap seperti itu
Tatapan para mujahid
Tatapan para pejuang
Yang rindu pertempuran dan kesyahidan

Hafalkan surat Al-Anfal nak
Itulah senandungmu
Senandung para mujahid

Itu nasihat syaikh buatmu nak
Meski engkau masih belum mengerti
Ayah sampaikan agar engkau mengenali

Palestina
Israel
Gaza

Hari ini engkau dekap mainanmu dalam kegirangan
Ayah harap esok engkau dekap senjatamu dalam kemarahan
Kemarahan terhadap Yahudi laknatullah

Hari ini mainanmu adalah pistol dan pesawat kecil
Ayah harap esok rudal-rudal dan jet-jet tempur engkau kendalikan
Hari ini mainanmu adalah mobil remote control
Ayah harap esok remote yang engkau tekan tombolnya
Menjadi pemicu hancurnya seluruh markas Yahudi laknatullah

Ayo nak
Kita lafalkan

“Yaa ayyuhalladzina amanu idza laqitumulladzina kafaru zahfan falaa tuwallu humul adbar…”
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).
(QS Al-Anfal)

=== Razas M s ===


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/08/11/55638/anakku-inilah-palestina-israel-dan-gaza/#ixzz3AGLgT997