Slider
Diberdayakan oleh Blogger.
Arsip Blog
-
▼
2014
(83)
-
▼
September
(12)
- FINAL UPDATE Jadual Pemberangkatan dan Pemulangan ...
- Pelepasan Kloter I Jamaah Calon Haji SOC
- Pemerintah Arab Saudi Larang Jamaah Haji Memasak d...
- Keluarga Besar Bpk.Priyo Budi Santoso (Wakil DPR-RI)
- DR.Ito Sumardi,SH,MH,MBA,Komjen Polisi,Purn
- DR.Letjen (Purn) Nono Sampono (Mantan Komandan Pas...
- KH. DR. Ma'ruf Amin (Ketua MUI Pusat) Beserta Kelu...
- DR. Syamsul Ma'arif (Hakim Agung RI)
- Perjalanan Umroh Jamaah Sahara Kafila 2 Mei 2013
- Perjalanan Umroh Jamaah Sahara Kafila 15 Mei 2013
- Perjalanan Umroh Jamaah Sahara Kafila 3 Juni 2012
- Perjalanan Umroh Jamaah Sahara Kafila 23 April 2013
-
▼
September
(12)
Berita Haji dan Umroh
Alumni Sahara Kafila
Racing
Video Perjalanan Umroh Sahara Kafila
Boyolali (Sinhat) – Sebanyak 368 Jamaah Calon Haji Kabupaten Brebes yang tergabung dalam kloter 1 pagi ini dilepas keberangkatannya menuju Saudi Arabia oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Heru Sujatmoko.
Pelepasan dilaksanakan di gedung Muzdalifah Asrama Haji Donohudan Boyolali, Senin (1 / 09 / 2014). Hadir dalam pelepasan tersebut antara lain Komisi VIII DPR RI, Ketua MUI, Ketua PW NU Jawa Tengah, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, Bupati Brebes, Kepala Kankemenag Kab. Brebes dan para Kepala Kankemenag Se Eks Karesidenan Surakarta. Upacara dimulai pukul 05.00 WIB sedangkan jamaah sudah mulai digerakkan menuju lokasi upacara sejak pukul 03.30 WIB. Seluruh jamaah kloter 1 keluar dari Embarkasi Donohudan menuju bandara Adi Sumarmo pada pukul 06.15 WIB.
Ketua PPIH Embarkasi SOC, melaporkan bahwa Embarkasi SOC akan memberangkatkan Jamaah Calon Haji beserta petugas dari Jawa Tengah (23.535) dan DIY (2.455) dengan jumlah total sebanyak 25.990 orang terbagi dalam 71 kloter.
Komisi VIII DPR RI, Abdur Rozaq Rais menyampaikan bahwa DPR RI menyampaikan harapannya kepada petugas supaya sigap dan tanggap terhadap jamaahnya yang awam berada di negeri yang sangat berbeda adat istiadat maupun kondisi alamnya agar dapat beribadah dengan optimal dan menjadi haji mabrur.
Komisi VIII DPR RI, Abdur Rozaq Rais menyampaikan bahwa DPR RI menyampaikan harapannya kepada petugas supaya sigap dan tanggap terhadap jamaahnya yang awam berada di negeri yang sangat berbeda adat istiadat maupun kondisi alamnya agar dapat beribadah dengan optimal dan menjadi haji mabrur.
Selanjutnya, Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Wakil Gubernur, H. Heru Sujatmoko menyampaikan sambutan dan melepas keberangkatan jamaah secara resmi. Wagub menyampaikan ucapan selamat karena pada tahun ini benar-benar berkesempatan menjadi tamu Allah.Lebih lanjut, Wagub mengingatkan kepada jamaah untuk menata hati dan memantapkan niat untuk beribadah hanya untuk Allah, bukan karena yang lain. Disampaikan pula agar para jamaah bisa menjaga kesatuan dan kekompakan, kebersamaan dan membuang jauh-jauh sikap egois serta mematuhi segala arahan dan bimbingan para petugas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diingatkan. Jaga kondisi kesehatan dengan tidak memaksakan diri melaksanakan ibadah yang sunnah yang akan berakibat menurunnya stamina yang sangat dibutuhkan pada saat pelaksanaan ibadah haji.
"Tunjukan bahwa Indonesia adalah bangsa yang sopan, santun, dan berbudaya. Jangan lupa untuk mendoakan Jawa Tengah untuk kelancaran pembangunan menuju kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Semoga jamaah haji seluruhnya menjadi haji mabrur" ujar Wagub Jateng H. Heru Sujatmoko.(fat/reportase embarkasi/http://haji.kemenag.go.id)
"Tunjukan bahwa Indonesia adalah bangsa yang sopan, santun, dan berbudaya. Jangan lupa untuk mendoakan Jawa Tengah untuk kelancaran pembangunan menuju kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Semoga jamaah haji seluruhnya menjadi haji mabrur" ujar Wagub Jateng H. Heru Sujatmoko.(fat/reportase embarkasi/http://haji.kemenag.go.id)
Berita
Di Makkah, tak satupun pemondokan jamaah haji menyediakan dapur khusus untuk memasak. Karena memang sudah ada larangan dari pemerintah Arab Saudi bagi para jamaah haji untuk memasak, untuk mencegah terjadinya kebakaran.
''Aturan dari pemerintah Arab Saudi untuk antisipasi terjadinya kebakaran sudah disosialisasikan ke seluruh embarkasi di Indonesia. Kalau jamaah haji tetap memaksa untuk memasak nasi atau membawa masakan dengan bunyi yang mengeluarkan aroma, alarm yang ada di pemondokan akan berbunyi,'' ujar Kepala Daker Makkah Endang Jumali kepada wartawan di Makkah, Rabu (3/9/2014).
Karena itu menurut Endang, jamaah haji Indonesia diimbau untuk tidak membawa beras, rice cooker maupun lauk pauk yang mengeluarkan bau tajam. Imbauan ini sudah disampaikan jauh-jauh hari saat mereka masih berada di Indonesia.
Endang juga mengatakan, agar setiap pemondokan di Makkah menyediakan kafetaria dan menyediakan masakan Indonesia. Sehingga jamaah haji akan membeli makanan di kafetaria pemondokan tanpa harus keluar dari pemondokan.
"Memang jamaah haji di Makkah tidak disediakan makanan. Setiap jamaah haji mendapat uang saku sebesar 1500 real. Dengan uang tersebut mereka bisa membeli makanan setiap hari," ujar Endang yang juga Dekan Universitas Surya Kencana Cianjur ini.
Sementara di Madinah, semua jamaah mendapatkan makanan gratis yang disediakan oleh hotel sehari dua kali selama sembilan hari. Demikian pula di Armina para jamaah haji Indonesia juga mendapat jatah makan.(detik.com)
Berita
Langganan:
Komentar (Atom)
.png)





Recent Comments