Select Menu

Slider

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Berita Haji dan Umroh

Alumni Sahara Kafila

Racing

Video Perjalanan Umroh Sahara Kafila

Dengan berat lebih dari 670 kilogram, kiswah dihias dengan bordiran ayat-ayat Alquran dalam bentuk kaligrafi. Dikerjakan lebih dari 200 seniman berbakat menggunakan benang emas dan perak murni.
Rindu Ke Baitullah- Jutaan orang muslim melakukan perjalanan setiap tahun ke Mekah untuk berdoa di dalam Masjidil Haram dan mengunjungi rumah Allah, Kabah. Dan setiap tahun, sesuai tradisi selama haji, pada hari ke-9 bulan Islam, Ka'bah mendapat kiswah baru, yaitu penutup yang terbuat dari sutra murni.

Dengan berat lebih dari 670 kilogram, kiswah dihias dengan bordiran ayat-ayat Alquran dalam bentuk kaligrafi. Hiasan tersebut dikerjakan oleh lebih dari 200 seniman berbakat menggunakan benang emas dan perak murni. Itulah cuplikan dari buku terbaru tentang kiswah, Islamic Textiles, from the Sharjah Museum of Islamic Civilization, yang diterbitkan oleh Sharjah Museum Department.
Dijual seharga Dh70 di toko museum, buku setebal 76 halaman itu dirancang dalam warna hitam dan emas. Di dalamnya bercerita tentang beberapa tekstil yang paling suci dan penting dari Mekah dan Madinah, serta dari periode Ottoman, Turki dan Mesir.

Saat mengagumi keindahan dan kesucian kiswah, seringkali jamaah tidak memiliki kesempatan untuk membaca apa yang telah ditulis di sepanjang penutup Kabah. Karena ratusan umat saling mendorong untuk menyentuh Al Hajar Al Aswad, batu hitam di sudut timur Ka'bah itu.
Bagian-bagian dari kain memiliki desain berbeda dan cerita yang berbeda. Misalnya, tirai untuk pintu Kabah dikenal sebagai sitara, burdah atau burqu, dan merupakan salah satu bagian paling rumit dari kiswah.
Penampilan sitara telah berubah sedikit selama berabad-abad, disulam dengan tulisan doa kepada Allah, permohonan dan ayat-ayat Alquran. Pada dua panel bawah, yang terbungkus bingkai persegi panjang, terdapat tulisan nama orang yang menyulam kiswah.

Manal Ataya, Direktur Jenderal Departemen Museum Sharjah, mengatakan buku itu telah dirilis sebagai bagian dari kontribusi departemen untuk perayaan Sharjah sebagai Ibukota Kebudayaan Islam pada 2014.
"Pada saat yang sama, buku itu menawarkan banyak informasi menarik tentang tekstil yang muslim temukan ketika mengunjungi tempat-tempat suci Mekah dan Madinah selama musim haji dan Umrah."
Pembuat 'Baju' Kabah

Kebiasaan untuk memberi 'baju baru' pada Ka'bah setiap tahun dimulai pada 1927. Pendiri Arab Saudi, Raja Abdul Aziz, memerintahkan pendirian pabrik yang didedikasikan untuk pembuatan kiswah di Mekah.
"Awalnya, tekstil berharga dan mewah dikirim ke Ka'bah dari seluruh dunia Islam. Di bawah Mamluk, pusat pembuatan tekstil utama adalah di Mesir dan Suriah, kemudian di bawah Ottoman, bergabunglah para pembuat kiswah di Bursa dan Istanbul. Sejak awal abad 20, semua tekstil agama untuk tempat-tempat suci dibuat di Makkah," Ataya menguraikan.

Sejak 1962, pabrik Umm al-Joud di Makkah telah menjadi pusat pembuatan kiswah paling terkenal. Salah satu tekstil menarik lainnya adalah tas simbolis berwarna hijau dari bahan sutra yang diproduksi mulai 1987 sebagai tempat menaruh kunci Kabah.
Selama berabad-abad, tas khusus tersebut telah disiapkan setiap tahun bersama-sama dengan kiswah. Tas kunci tersebut diserahkan kepada perwakilan paling senior dari Bani Shayba, keturunan langsung dari Utsman bin Thalhah, orang yang dipilih oleh Nabi Muhammad untuk menjaga kunci Ka'bah "sampai hari kiamat".

Istimewa
Dibuat secara eksklusif untuk tempat suci Mekah dan Madinah, tekstil Islam sangat dihormati, dijaga ketat, diawetkan dan disimpan setelah digunakan. Tekstil tertua di Museum Sharjah terkait dengan Mekah dan Madinah berasal dari abad 17 dan 18. Dibuat dengan sutra halus dari Bursa dan Istanbul, keduanya digunakan untuk menutupi Ka'bah dan makam Nabi Muhammad di Madinah.

Fakta menarik lainnya adalah kiswah tidak selalu hitam. Pada zaman awal Islam, Ka'bah bisa ditutupi dengan berbagai tekstil mewah dan berwarna selain hitam. Penggunaan kain hitam diadopsi pada abad ke-12. Hal ini juga diasumsikan bahwa sekitar waktu itu belt [Hizam] sekitar bagian atas Kabah mulai disematkan.
Skema warna yang berbeda seperti saat ini (hitam, emas dan perak) mulai diperkenalkan pada awal abad 20 di bawah pemerintahan Saudi. (Dream.Co.Id)
-
Rindu Ke Baitullah, MAKKAH – Setelah menganalisa dan terjun langsung ke lapangan,  para petugas keamanan jamaah haji Indonesia memiliki kesimpulan sementara adanya tujuh modus kejahatan  yang berpotensi menimpa calon jamaah haji di Tanah Suci.

Berikut ketujuh modus kejahatan tersebut:

Pertama, pencurian tas bawaan jamaah yang ditaruh di ujung sajadah atau tempat sujud.

Kedua, perempuan bercadar dan berbaju hitam menyamar sebagai polisi wanita dan menggeledah jamaah yang hendak masuk masjid.

Ketiga, tawaran dari sesama WNI untuk mengantar jamaah yang  tersasar. Ketika tiba di tujuan, mereka minta bayaran. Ada jamaah yang dimintai uang hingga 50 riyal (Rp 125 ribu).

Keempat, menipu jamaah dengaan menawarkan kambing untuk membayar dam.

Kelima, peminta-minta mengaku sebagai mahasiswa Palestina.

Keenam, pencopetan dengan cara menyilet tas jamaah.  Kejahatan ini banyak terjadi di kawasan perbelanjaan dan  pasar tumpah yang berada di gang-gang dan pinggir jalan yang ramai.

Ketujuh, mencopet dan menyilet tas saat jamaah berdesak-desakan keluar dari Masjid Nabawi.

Mengantisipasi  semua kejahatan itu, jamaah diimbau agar tidak banyak membawa uang dan memakai perhiasaan yang berlebihan saat pergi  masjid. Dan jika berbelanja, sebaiknya pergi berombongan sehingga dapat saling menjaga. (Republika.Co.Id)


-
Inggris telah memancangkan diri sebagai pusat ekonomi syariah di kawasan Eropa. Sejatinya, pusat ekonomi dunia justru akan hadir di Asia. Siapa saja pelaku utamanya?
Rindu Ke Baitullah - Inggris sebulan lalu menjadi pemerintah pertama di luar dunia Islam yang mengeluarkan sukuk atau dikenal sebagai obligasi syariah dengan nilai terjual lebih dari 2 miliar poundsterling. Tak cukup di situ, Inggris memancang target menjadi ibukota keuangan Islam di dunia Barat.
Mengikut Inggris, Hong Kong akhir tahun ini diperkirakan akan bergabung dengan negara-negara lainnya untuk mengambil untung dari sistem keuangan Islam. Bekas jajahan Inggris ini menawarkan sukuk pertamanya yang diyakini bernilai antara US$ 500 juta hingga US$ 1 miliar. Sebelumya, Hong Kong mengeluarkan aturan pajak yang dibuat untuk memudahkan penjualan sukuk.
Mengutip laporan Amilinpost, Jumat, 29 Agustus 2014, populasi muslim global sekitar 1,6 miliar, hampir seperempat dari populasi dunia, membuat pasar keuangan Islam sangat luas. World Islamic Banking Competitiveness Report 2014 oleh Ernst & Young mencatat aset bank syariah di dunia rata-rata memiliki pertumbuhan 17 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara laporan State of the Global Islamic Economy 2013 dari Thomson Reuters menemukan pasar keuangan Islam saat ini memiliki aset sekitar US$ 985 miliar, kurang dari satu persen dari aset perbankan global. Pada potensi penuh, pasar keuangan Islam bisa berkembang hingga US$ 4,09 triliun.
Dari berbagai kawasan di dunia, Asia adalah rumah bagi lebih dari 60 persen muslim di dunia dan terletak di jantung pasar yang berkembang pesat ini. Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia dan Malaysia tersohor sebagai pasar keuangan Islam terkemuka di dunia dengan nilai mencapai US$ 412 miliar pada 2012.
Kombinasi dukungan politik yang kuat, basis investor besar dan insentif pajak yang murah membuat keuangan Islam di Asia Tenggara relatif lebih murah bagi investor. Imbasnya, kawasan ini menjadi pasar yang paling berkembang di dunia untuk investasi yang ramah syariah.
Tengok saja, jumlah penerbitan sukuk global mencapai lebih dari 60 persen porsi seluruh dunia. Meskipun bank syariah terbesar dari sisi aset adalah Al Rahji Bank di Arab Saudi, Malaysia memiliki bank keuangan Islam terbesar di dunia dengan jumlah 21 bank.
Bulan ini, tiga bank teratas Islam di negara itu memulai pembicaraan awal merger, yang analis memprediksi akan membentuk "mega bank Islam" dengan aset yang mampu menantang dominasi bank-bank tradisional Barat.
Jika merger ini berhasil, entitas gabungan dari CIMB, RHB Capital dan Malaysia Building Society (MBSB) akan memiliki aset sekitar US$ 188 miliar sekaligus menjadikannya sebagai bank terbesar keempat di ASEAN. Beberapa analis percaya potensi pembiayaan syariah lintas batas akan membuka jalan bagi internasionalisasi model perbankan Islam Malaysia.
Di belahan Asia lainnya, Indonesia dengan populasi sekitar 250 juta orang, kemungkinan akan menjadi pasar utama berikutnya untuk pembiayaan syariah. Dengan sektor perbankan syariah berusia muda yang diperkirakan tumbuh lima kali lipat dari 2011 hingga 2015.
Selain dua negara Asia dengan mayoritas muslim ini, Asia juga masih mempunyai Hong Kong yang telah bekerja sebagai pusat intermediasi keuangan internasional antara China dan Timur Tengah. Negara ini sedang mempersiapkan diri menerbitkan sukuk pertama pada September. Dengan pasar China yang melanjutkan kebangkitannya, Hong Kong menjadi pintu gerbang yang ideal untuk menyalurkan mata uangnya, renminbi, ke sektor perbankan syariah.
Berbagai gambaran itu memunculkan wacana tampilnya Asia sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Apalagi, krisis keuangan global pada 2008 telah memicu munculnya minat untuk melakukan pembiayaan secara etis, sebuah praktek keuangan yang erat hubungannya dengan prinsip-prinsip keuangan Islam. (Dream.co.id)
Rindu Ke Baitullah,JAKARTA--Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ahda Barori menyatakan, tidak ada lagi pelayanan bagi jamaah haji Indonesia di Mekkah diperlakukan sebagai "anak emas" (perlakuan istimewa) karena adanya dukungan biaya katering dan transportasi dari pemerintah daerah.
 
Pemda memberikan dukungan transportasi dan petugas haji dari tiap daerah untuk keberangkatan dari daerah masing-masing menuju ke embarkasi, katanya di Jakarta, Selasa.
 
Beberapa tahun sebelumnya, menurut Ahda, jemaah haji Indonesia asal DKI Jakarta mendapat perlakuan berbeda dari jemaah haji dari provinsi lainnya.
 
Pasalnya, seluruh jemaah dari ibukota tersebut mendapat dukungan dana dari gubernurnya berupa biaya transportasi dan katering selama di Mekkah.
 
Padahal, selama di Mekkah biaya-biaya tersebut sudah dianggarkan oleh Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU). Dampaknya, jika ada jemaah haji asal DKI yang kebetulan menempati hotel atau pondokan sama dengan jemaah asal dari daerah lain telah menimbulkan rasa iri.
 
Selama di Mekkah, kerap terjadi jemaah haji Indonesia dari daerah lain jika naik bus ke rombongan asal DKI ditolak. "Kini keadaan itu semua tidak ada lagi," kata Ahda.
 
Menurut Ahda, persoalan ini telah menimbulkan protes para gubernur dari seluruh Indonesia yang kemudian disampaikan ke Mendagri. Lalu, Mendagri Gamawan Fauzi menindaklanjuti dan membuat edaran bahwa APBD tak dibenarkan untuk membantu jemaah haji selama di Tanah Suci.
 
Kecuali, kata Ahda lagi, dukungan untuk pelayanan jemaah haji seperti transportasi lokal ke embarkasi dan petugas haji/kesehatan dari daerah bersangkutan.
 
Kini pengotak-kotakan pelayanan jemaah haji hapus. Yang ada pelayanan untuk semua jemaah haji Indonesia sama. Mengenai dihentikannya anggaran bantuan untuk calon haji DKI Jakarta, Asisten Sekretaris Daerah (Sekda) DKI bidang Kesejahteraan Masyarakat (Askesmas) Bambang Sugiyono mengakui. Hal tersebut disebabkan adanya larangan dari Kementerian Dalam Negeri.
 
Pemberian bantuan, kata dia, dikhawatirkan akan terjadi duplikasi dengan anggaran Kementerian Agama (kemenag). Kecuali Kemenag membolehkan pemberian bantuan itu, ujarnya.
 
Jadi, calon jamaah haji (Calhaj) tahun keberangkatan 2014 asal DKI Jakarta tidak mendapat bantuan makanan dan transportasi selama di Makkah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Karenanya, jamaah diminta menyediakan makanan secara mandiri, atau dapat pula menggunakan fasilitas dapur yang ada di pemondokan Makkah.
 
Sebab, ia menegaskan, di pemondokan yang kabarnya sekelas hotel bintang tiga, telah disediakan alat-alat memasak termasuk kompor. (ant. Jurnal Haji dan Umroh)
-

Satu hal yang membuat hijab spesial adalah kebebasan yang dikandungnya. Kebebasan agar pikiran, gagasan, dan kecerdasan seseorang diakui lebih daripada pakaian yang dikenakan atau bentuk fisik.

Rindu Ke Baitullah - Sejak usia 15 tahun, Sariyah sudah menjadi seorang muslim. Saat itu dia sangat senang dengan segala perubahan dalam hidupnya. Kecuali satu, yakni diminta berbusana secara Islami, termasuk memakai hijab.

Saat itu, dia hanya berpikir sudah menjadi muslim dan hijab bukan untuk gadis sepertinya. Namun satu hari dia membaca Surat Al-Ahzab yang isinya agar para wanita muslim menutup aurat, agar mereka menjadi orang beriman dan menghindarkan mereka dari aniaya.

Untuk sesaat, Sariyah merasa Allah telah menunjukkan kepadanya tentang fungsi hijab bagi kaum perempuan muslim.
Namun selama beberapa bulan, Sariyah ragu-ragu karena dia masih berpikir tentang segala hal. Tentang lingkungannya, latar belakang, pendidikan, karier dan segala sesuatu yang mungkin menghambatnya jika dia memutuskan untuk berhijab.

Hatinya ingin memakai hijab. Jiwanya bahkan sudah melihat kebenaran dari hijab, namun pikirannya masih belum bisa diajak kompromi.

Sampai suatu hari Sariyah bertemu dengan perempuan muslim yang umurnya lebih muda darinya. Perempuan itu memakai busana Islami dan memakai hijab sehingga memancarkan keanggunan.

Meski tertutup rapat, namun kecantikan memancar dari wajahnya. Dan Sariyah berpikir jika perempuan itu bisa melakukannya, maka dirinya juga bisa.
Sariyah kemudian berjanji memakai hijab. Setelah beberapa waktu, Sariyah mulai memakai hijab dan dia merasakan tranformasi yang luar biasa. Sariyah yakin perempuan muslim di seluruh dunia akan mengiyakan apa yang dirasakannya saat ini.

"Ketika Anda sungguh-sungguh mengenakan hijab, Anda menyadari itu bukan hanya tentang apa yang Anda kenakan. Hal itu lebih tentang pikiran, kata-kata, dan tindakan Anda. Anda tidak lagi seorang wanita yang berjalan menyusuri jalan tanpa identitas; Anda adalah perwakilan dari umat. Anda adalah juru bicara Islam. Anda adalah utusan dari cara hidup Islam, dan ini adalah tanggung jawab yang serius."
Namun keputusan Sariyah memakai hijab mendapat kritik dari teman. "Kamu terlihat seperti wanita mandiri, dari keluarga yang demokratis. Kamu seorang wanita karier dan berpendidikan, namun kamu memilih cara berpakaian yang membatasi ini!"

Kendati demikian, Sariyah tetap pada pendiriannya terus memakai hijab. Bagi Sariyah, satu hal yang membuat hijab spesial adalah kebebasan yang dikandungnya. Kebebasan agar pikiran, gagasan, dan kecerdasan seseorang diakui lebih daripada pakaian yang dikenakan atau bentuk fisik.
Hijab adalah gerakan pembebasan perempuan yang paling benar. Hijab benar-benar bentuk emansipasi wanita, memberinya status kewanitaannya, dan mengangkat derajat ke yang lebih tinggi dari sekedar dihormati hanya karena siapa dia. Wanita berhijab dipuji karena kecerdasan dan keterampilannya, bukan lekuk tubuhnya.

Sariyah teringat bagaimana ketika banyak media menggambarkan hijab sebelum dia menjadi muslim. Hijab digambarkan sebagai cara laki-laki mendominasi kaum perempuan dan menindasnya.
Bagi Sariyah, hijab memberikan banyak sekali manfaat. Hijab menyenangkan Allah, melindungi martabatnya sebagai perempuan, dan mendapatkan rasa hormat dari semua peradaban. (Ism. Dream.Co.Id)
 
Rasyid memiliki bakat luar biasa. Bisa menghafal Alquran secara otodidak. Dia juga bisa menirukan irama dari 15 imam dunia. "Saya ingin jadi imam Mekah," kata Rasyid. 

Rindu Ke Baitullah- Hafiz cilik Indonesia, Muhammad Abdul Rasyid, punya mimpi besar. Bocah asal Pekanbaru, Riau, itu bercita-cita ingin menjadi imam besar dunia sehingga bisa memimpin umat Muslim berdoa kepada Allah.
"Saya ingin jadi imam Mekah," kata Rasyid saat berbincang dengan Dream melalui saluran telepon beberapa waktu yang lalu.

Bocah yang masuk enam besar kontes hafiz cilik yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta itu memang punya bakat luar biasa. Usianya boleh saja masih tujuh tahun, namun dia sudah hafal tujuh juz Alquran. Tahun ini dia targetkan untuk menghafal 30 juz.
 Belum lagi, dia mampu menirukan irama bacaan Alquran dari 15 imam besar dunia. Selain itu, dia juga menghafal hadis-hadis dan pengetahuan agama lainnya. Tentu itu menjadi modal besar untuk menggapai mimpi.
 
Rasyid, yang diberi gelar Syekh oleh Syekh Ali Jaber karena keahliannya melantunkan ayat suci Alquran itu, memang luar biasa. Dia mampu menghafal Alquran secara otodidak, tanpa bimbingan siapa pun.
Sementara, kemampuannya menirukan irama 15 imam dunia juga dia pelajari sendiri dari internet, tanpa bimbingan guru. "Belajar dari Youtube. Dicari, dengarkan, terus ditangkap," ujar Rasyid. (Dream.Co.Id)
- -
Kota suci umat Islam sedunia ini dianggap memiliki indeks daya saing investasi terbaik di dunia.

 
Rindu Ke Baitullah - Tak hanya di zaman Nabi Muhammad SAW, kota suci kedua umat muslim dunia, Madinah, juga terus berperan penting hingga saat ini. Kota Madinah ternyata masuk dalam satu kota tujuan investasi pemodal lokal dan global

Gubernur Madinah Pangeran Faisal bin Salman mengatakan Madinah sudah tersohor sebagai provinsi yang ramah investasi. Daya saing investasi di Madinah bahkan sudah diakui oleh indeks daya saing yang dikeluarkan lembaga internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Pangeran Faisal saat menerima Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Madinah, Muhammad Al-Khatrawi dan Ketua Komite Bisnis Pemuda, Wael Al-Oufi, seperti dikutip Dream dari laman Arabnews, Kamis, 28 Agustus 2014.

Pangeran mengingatkan bahwa Madinah telah diakui sebagai salah satu kota tujuan investasi paling kompetitif di dunia. Tak heran jika sejumlah proyek rencananya akan diluncurkan dengan tujuan meningkatkan iklim investasi dan menciptakan lebih banyak peluang kerja di provinsi ini.
Pemimpin kota suci kedua Islam ini meminta agar generasi muda Saudi mampu menerjemahkan ide-ide baru ke dalam proyek-proyek yang layak. (Dream.Co.Id)
- -
Jazirah Arab adalah 'rumah' bagi beberapa menara jam paling indah di dunia.

Rindu Ke Baitullah- Lebanon, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab adalah 'rumah' bagi beberapa menara jam paling indah di dunia.
Dari 17 rumah jam yang disisir The Telegraph, menara jam Hamidiyyeh di Beirut menempati posisi ke delapan. Disusul menara jam Makkah Royal Hotel di urutan kesembilan dan menara jam Deira di Uni Emirat Arab di posisi 15.
Menara jam Hamidiyyeh yang dibangun menghadap gedung parlemen Lebanon di Downtown Beirut di bangun pada 1897. Kemudian direkonstruksi setelah terjadi perang saudara pada 1975-1990 di negara itu.


Menara jam Makkah Royal Hotel adalah yang tertinggi di dunia. Dengan tinggi 600 meter, menara jam ini mendominasi sebuah kompleks bangunan milik pemerintah di ibukota Saudi. Tak hanya tertinggi di dunia, jam ini juga memiliki diameter terpanjang di dunia yang mencapai 43 meter.


Sementara menara jam Deira atau Dubai Clocktower adalah bangunan tertua di Emirat. Monumen ini dibangun lebih dari empat dekade lalu. Dubai Clocktower memiliki struktur beton Sixties yang anggun berbentuk busur dan kedua ujungnya mengarah ke arah jam yang berbentuk kotak.
Tak diragukan lagi, menara jam Big Ben di London mengambil posisi pertama. Sebenarnya nama yang tepat adalah Elizabeth Tower. Big Ben sendiri adalah nama dari bel yang ada di dalam menara yang dipasang pada 1859. (Ism.Dream.Co.Id)
 
- -
Profesi tukang bakso digeluti lantaran penghasilan sebagai polisi tak cukup menutupi biaya berobat anaknya, Rema Akelia.
Rindu Ke Baitullah - Menjadi aparat negara tak menjamin kehidupan serba cukup. Brigadir Wawan Mulyana sudah satu tahun menjalani dua profesi ; Anggota Sabhara Polsek Tarogong, Garut dan tukang bakso. Profesi tukang bakso digeluti lantaran penghasilan sebagai polisi tak cukup menutupi biaya berobat anaknya, Rema Akelia.

Putri semata wayangnya itu divonis kelenjar tiroid yang tak berfungsi baik sejak usianya masih tiga tahun. Rema terpaksa harus bolak-balik berobat dengan biaya tak sedikit.
"Untuk biaya satu bulan berobat saja bisa menghabiskan Rp 3 juta, maka habis uang saya," kata Wawan kepada Merdeka.com.

Bila penyakitnya tidak diobat, makan akan mengganggu pertumbuhan syaraf si bocah. Sehingga ketergantungan obat masih harus terus dilakukan. "Kita bingung berobat ke sana-sini semuanya mahal, belum lagi untuk biaya hidup," jelasnya.


Wawan sudah satu tahun membantu istrinya jualan bakso. "Mau gimana lagi saya jualan untuk memenuhi kebutuhan hidup," imbuhnya. "Dulu sempat dibawa ke Rumah Sakit Polri tapi karena alatnya belum canggih jadi memang harus diobati. Juga obatnya memang mahal," jelasnya.
Jaminan kesehatan dari pemerintah yang digulirkan lewat BPJS menurut dia, tidaklah seperti yang diharapkan. "BPJS itu buat yang ringan saja, batuk dan flu. Kalau seperti anak saya katanya enggak bisa di-back up," terangnya.

Di rumahnya, Wawan mengaku membuka ragam makanan seperti bakso, sate hingga nasi goreng. Jika dinas tidak memakan waktu sampai larut malam, Wawan berjualan bakso di sekitar pemancingan dekat rumahnya.
"Saya jualan di sekitar pemancingan. Karena pemancingan itu memang punya adik saya, di situ suka ramai," jelasnya. (Dream.Co.Id)
Alat pendeteksi ini merupakan pengembangan dari alat sebelumnya yang hanya mampu mendeteksi kandungan DNA babi.

Rindu |Ke Baitullah - Seakan belajar dari kasus cokelat Cadbury beberapa saat lalu yang disebut mengandung DNA babi, kini sebuah alat pendeteksi bahan non-halal kabarnya tengah dikembangkan oleh tim peneliti University of Selangor (Unisel) Malaysia. Alat ini konon memudahkan umat muslim di Malaysia untuk mengetahui kandungan makanan yang akan dibelinya.

Alat pendeteksi ini sebenarnya bukan alat baru untuk para peneliti di Negeri Jiran tersebut. Namun yang membedakan alat baru ini telah mengusung penggunaan teknologi sensor nano.
Dalam proses pengembangan alat pendeteksi ini, Unisel kabarnya tengah mempertimbangkan untuk menjadikan alat ini sebagai yang paling maju dibandingkan pendeteksi lainnya. Di samping dengan bentuk yang lebih kecil tetapi mampu menawarkan hasil pengujian yang akurat sama halnya dengan uji laboratorium.
"Alat pendeteksi ini merupakan pengembangan dari alat sebelumnya yang hanya mampu mendeteksi kandungan DNA babi," ucap Wakil Rektor Unisel, Professor Doctor Anuar Ahmad seperti dilansir Amilin Post, Rabu 27 Agustus 2014.

Lebih lanjut Ahmad menyebut hasil pengujian alat ini dapat menghemat biaya pengujian laboratorium hingga ribuan Ringgit. Selain dapat mendeteksi kandungan bahan haram pada makanan, alat ini diharapkan juga dapat digunakan untuk mendeteksi kandungan bahan pada kosmetik dan obat-obatan.
Berbeda dengan alat uji laboratorium yang rumit, konsumen dapat lebih mudah menggunakan alat ini untuk menguji kandungan bahan non-halal. Cukup memasukkan dan melarutkan sampel dalam waktu sekitar 10 detik.

Setelah larut, sensor elektronik yang tertanam dalam alat ini akan mendeteksi dan menghasilkan lampu neon sesuai kadar kandungan bahan non-halal hingga batas terendah yakni 0,001 persen. Untuk proses pengujian ini, pengguna hanya memerlukan waktu sekitar dua menit.
Demi mengembangkan alat canggih ini, pihak Unisel mengaku telah mendapatkan suntikan dana sekitar 1,3 Ringgit Malaysia dari Pemerintah Selangor. Tim peneliti berharap proyeknya ini akan rampung pada bulan Desember 2015 dan siap diujicoba untuk digunakan secara massal. (Dream.Co.Id)

Rindu Ke Baitullah - Sebuah bangunan bersejarah di tepi Teluk Arab yang semula dibangun sebagai istana untuk penguasa Abu Dhabi, disulap menjadi hotel yang menawarkan aneka kemewahan. Adalah perusahaan perhotelan global Swiss-Belhotel International yang menyulap bangunan itu untuk memperluas jaringan bisnisnya di Timur Tengah.

Diberi nama Swiss-Belresort Ghantoot, Chairman dan President Swiss-Belhotel International, Gavin Faull M, mengatakan, properti ini adalah tambahan berharga untuk portofolio perusahaan. "Ini adalah properti yang indah dan patut dilestarikan," katanya seperti dikutip Dream dari laman Arabianbusiness, Rabu, 27 Agustus 2014.

Resor yang arsitekturnya baru saja diperbaharui ini mempertontonkan kemewahan dan gaya Arab. Hal ini terlihat dari dinding berwarna keemasan, kubah, balkon yang luas dan ruangan yang banyak.


Tak hanya itu, bekas istana ini juga menawarkan klub kesehatan dengan lapangan squash, ruang olahraga, tenis meja, dan biliar. Termasuk juga ruang untuk sauna dan jacuzzi dengan sarana pijat yang disediakan terapis profesional.
Resor ini merupakan salah satu dari tujuh hotel yang akan dibuka Swiss-Belhotel pada 2015. Hotel lainnya adalah Swiss-Belhotel Seef di Bahrain, Swiss-Belinn Ghurbrah di Oman, Swiss-Belhotel Riyadh di Arab Saudi dan Swiss-Belhotel Erbil di Irak.



Swiss-Belhotel International saat ini mengoperasikan Swiss-Belhotel Plaza di Kuwait, Swiss-Belhotel Doha di Qatar dan Swiss-Belhotel Seef di Bahrain.
Perusahaan yang berbasis di Hong Kong itu mengatakan akan mengungkap 20 hotel lainnya tahun ini.
"Swiss-Belhotel International berada tengah-tengah periode menarik dari pertumbuhan di Timur Tengah, dengan tiga hotel lainnya direncanakan akan diluncurkan sebelum akhir tahun depan. Dan pertumbuhan kami di sana melengkapi kemajuan bisnis global kami." (Ism. Dream.co.id
)
-
 Jamaah haji melakukan sa'i antara bukit Shafa dan Marwah.

Rindu Ke Baitullah -- Kementerian Agama tampaknya sangat serius dalam upaya membenahi pengelolaan dana haji. Kementerian Agama berencana segera menuntaskan Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Keuangan Haji maksimal September.Setelah RUU Pengelolaan Keuangan Haji keluar, Kemenag juga akan mendirikan badan independen.

Badan independen itu akan menampung setoran dari seluruh calon jamaah haji. ''Yang perlu digarisbawahi, semua bentuk investasi yang akan dikelola oleh badan ini harus menggunakan prinsip-prinsip syariah,'' tutur dia kepada Republika pekan lalu.

Lembaga independen keuangan haji itu memang bertanggung jawab dalam mengelola dana umat tersebut. Termasuk menginvestasikan dalam berbagai bentuk. Hanya saja tetap dengan prinsip-prinsip syariah.Namun investasi itu juga harus mengutamakan kehati-hatian, menjaga likuiditas dab betul-betul bisa dipertanggungjawabkan.

''Terserah bekerjasama dengan bank syariah atau tidak, namun tak boleh menyimpang dari prinsip syariah,'' ucap dia.
Ia berharap RUU ini sudah diketuk Dewan Perwakilan Rakyat paling lambat september. Sehingga lembaga yang pelaksananya berasal dari kalangan profesional ini bisa segera dibentuk maksimal satu tahun setelah UU Pengelolaan Dana Haji dikeluarkan. Tentu saja hal ini membuka jalan bagi perbankan, baik syariah maupun konvensional yang memiliki unit usaha syariah. Selain menampung dana, perbankan juga bisa melakukan pembiayaan terkait pengelolaan haji. (Republika.Co.Id)
-

Rindu Ke Baitullah -- Biaya angkutan lokal untuk jamaah haji asal Kalimantan Barat tahun ini naik dari Rp3,1 juta menjadi Rp3,631 juta per orang.

"Ini sesuai Keputusan Gubernur Kalbar tentang penetapan biaya tambahan," kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Provinsi Kalbar, Abdul Rojak di Pontianak, Senin.

Biaya tersebut sudah termasuk angkutan udara dari Bandara Supadio Pontianak ke Embarkasi Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau, dan sebaliknya.

Tahun ini, maskapai penerbangan menggunakan Lion Air. Tahun lalu, menggunakan Sriwijaya Air.
"Itu sudah termasuk airport tax, pelayanan gudang bagasi, porter bandara Supadio Pontianak, bus apron Bandara Supadio Pontianak, 'snack', serta pajak-pajak terkait," tuturnya.

Sedangkan angkutan darat dari Asrama Haji ke Bandara Supadio Pontianak, menggunakan bis Alegra. Tahun lalu, menggunakan bus Damri. Saat ini, calon haji dapat mulai membayarkan biaya lokal tersebut di Kementerian Agama terdekat.
Jamaah haji Kalbar tergabung dalam kloter 11 hingga 15. Khusus kloter 15, sebanyak 87 orang, dari Kabupaten Bengkayang dan Landak, bergabung dengan jamaah dari Kepulauan Riau.

Mereka termasuk dalam gelombang kedua yang langsung berangkat ke Mekkah, baru ke Madinah.
Kloter 11 berangkat dari Pontianak tanggal 10 September, dan Tanah Suci sehari sesudahnya.
"Kloter berikutnya juga selisih satu hari," kata dia. Kloter 11 sampai 14 masuk gelombang pertama yang berangkat ke Madinah baru ke Mekkah (Republika.co.id)
-


Setiap tahun, Mekah dan Madinah dikunjungi jutaan jemaah haji dari berbagai negara di dunia. Berapa besar penerimaan yang ditampung pemerintah Saudi?


Rindu Ke Baitullah - Hampir setiap tahun, jutaan warga muslim dunia berkunjung ke Arab Saudi untuk melaksanakan rukun Islam ke-5, menunaikan ibadah haji. Dengan besarnya jumlah peziarah serta hilir mudik pesawat dari berbagai negara, berapa sebetulnya pemasukan bagi pemerintah kaya minyak ini.

Sebuah studi terbaru dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Mekah, Arab Saudi memperkirakan aktivitas haji mendatangkan penerimaan buat negara hingga 32 miliar riyal atau sekitar Rp 100,35 triliun. Pendapatan ini naik tiga persen dari 31 miliar riyal dari tahun sebelumnya.

Penelitian Kadin Mekah seperti dikutip Dream dari laman Arabnewws, Rabu, 26 Agustus 2014 ini memperkirakan sekitar 1,4 juta jamaah haji asing dan 600.700 jamaah dalam negeri akan melaksanakan haji tahun ini. Angka ini menunjukkan 70 persen jamaah haji berasal dari luar negeri.
Perolehan Saudi dari bisnis Haji ini ditaksir menyumbang pendapatan bagi negeri Petrodolar ini hingga 89 persen, ata sekitar 28 miliar riyal.

Estimasi tahun ini mirip dengan perhitungan tahun lalu. Relatif minimnya kenaikan ini didasarkan fakta Saudi yang masih memberlakukan pembatasan jamaah haji karena adanya perluasan Masjidil Haram.
Jumlah jamaah dari luar negeri turun sebesar 20 persen tahun ini, sementara jumlah jamaah domestik lebih dari setengahnya.

Jemaah haji tahun ini diperkirakan mengeluarkan uang belanja relatif sama dengan rata-rata pada tahun 2009. Jamaah asing menghabiskan rata-rata lebih dari 17,000 ribu per tahun dan jamaah dalam negeri sekitar 5,000 riyal setiap tahun.

Kenaikan indeks harga pada tahun-tahun berikutnya juga diperhitungkan untuk mengetahui rata-rata tahunan.
Jumlah haji turun 37 persen pada 2013 dibandingkan dengan 2012, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Departemen Pusat Statistik dan Informasi.

Angka-angka terbaru menunjukkan terjadi penurunan 21 persen dari 1,75 juta orang asing yang melakukan haji pada tahun 2012. Dan penurunan 57 persen dari 1,4 juta penduduk setempat yang telah melakukan perjalanan ke Mekah pada tahun yang sama.

Tentu, jamaah yang datang dari negara-negara ekonomi maju cenderung menghabiskan lebih banyak uang dari jamaah negara-negara miskin. Jamaah pria, secara mengejutkan, ternyata menghabiskan lebih banyak uang daripada jamaah wanita. (Ism/dream.co.id)
-
Dalam melaksananakan ibadah haji hendaknya para calon haji (calhaj) kota Tangerang dapat menjalin kebersamaan, persatuan dan saling tolong menolong antar jamaah .

Hal tersebut disampaikan Walikota Tangerang, H Arief R Wismansyah saat menghadiri acara Walimatussafar Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Ikhlas di Komplek Korpri Kedaung Wetan Kecamatan Neglasari Kota Tangerang, Ahad (24/8).

Arief mengatakan bahwa meningkatnya keinginan masyarakat dalam melaksanakan ibadah haji tentunya sebagai bukti meningkatnya kehidupan ekonomi masyarakat.

"Kalo kita daftar haji tahun ini, nanti berangkatnya tiga belas tahun lagi,"kata Arief.

Arief menyampaikan bahwa calhaj yang bisa berangkat pada tahun ini patut bersyukur dengan terus meningkatkan silaturrahmi dan kebersamaan sesama calhaj.

Selain itu, Walikota juga berpesan agar calhaj kota Tangerang dapat selalu menjada kesehatannya karena nantinya akan mengalami iklim dan cuaca yang berbeda. "Kalo di sini panas di Arab lebih panas lagi,"ujarnya.

Walikota meminta agar calhaj kota Tangerang dapat saling membantu antar satu dengan lainnya.

Walikota berharap agar setelah kembali melakasanakan ibadah haji dapat menjadi haji yang mabrur dan sebagai panutan dan cermin bagi masyarakat. Karena dengan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat secara otomatis telah membantu Pemerintah Kota Tangerang dalam membangun kota yang akhlakul karimah. (republika.co.id)
Film Haji Backpacker (Merdeka)

Perjalanan Mada, tokoh utama dalam film Haji Backpacker, memberikan pengetahuan tentang komunitas muslim di sembilan negara yang dilalui. Komunitas muslim di masing-masing negara yang menjadi lokasi syuting 'Haji Backpacker' memiliki ciri khas masing-masing.

"Semua negara punya keunikan masing-masing. Ini yang membuat value film ini unik," tutur Sutradara Film `Haji BackPacker`, Danial Rifki, saat berbincang dengan Dream di Jakarta, Kamis 7 Agustus 2014.

Film Haji Backpacker memang menceritakan perjalanan tokoh Mada, yang diperankan oleh Abimana Aryasatya, ke Mekah. Setidaknya, perjalanan itu melewati sembilan negara, Indonesia, Thailand, Vietnam, China, Tibet, Nepal, India, Iran, dan Arab Saudi.

Menurut Danial, budaya masyarakat muslim di wilayah yang menjadi lokasi syuting film garapannya itu sungguh beragam dan unik. "Islam ini tidak identik dengan Arab, bahwa Islam itu mengikuti wadah budaya di mana negara itu ada," tutur dia.

Dia mencontohkan komunitas Islam di China. Islam di China, kata dia, punya karakter sendiri. Masjidnya seperti klenteng, tidak berkubah seperti yang banyak terdapat di tanah Arab. "India juga begitu, mengikuti gaya mereka," tutur dia.

"Di negara lain juga beda lagi, Islam di Surabaya nanti juga beda lagi, mungkin pakai musik hadrah. Islamnya mengikuti budaya masing-masing."

Danial menambahkan, alur cerita film Haji Backpacker memang tidak menonjolkan budaya setiap negara yang dilalui Mada. Namun, budaya komunitas muslim itu menjadi semacam bonus untuk para penonton film yang akan dirilis bulan depan ini.

"Ini tentang perjalanan batin Mada, anak muslim Ampel, Surabaya, yang nakal. Sehingga tidak ada porsi menonjol soal budaya. Jadi kita seperti wisata melihat Islam di berbagai negara," tutur Danial.
Sementara, Abimana menambahkan film ini sangat menarik bagi penyuka petualangan. Sebab, di daerah baru akan selalu ada pengalaman yang baru pula. Sehingga, akan banyak nilai-nilai baru yang bisa ditemui dalam film ini.

"Satu hal kalau bertualang yang kita cari ya tempat berteduh, tempat berteduh pertama yang kita cari ya masjid. Salat dan bersih-bersih di sana," kata Abimana yang tampil di film ini bersama Pipik Dian Irawati, Ray Sahetapy, Kenes, dan Dion Wiyoko, ini. (Ism/dream.co.id)
-
Departement stores John Lewis di London (wikipedia.org)
Jaringan toserba John Lewis, yang dikategorikan department stores terbesar dan terkenal di Inggris, untuk pertama kalinya meluncurkan penjualan hijab islami dalam daftar pakaian-pakaian sekolah yang dijualnya, sebagai persiapan dimulainya kegiatan sekolah di Inggris bulan depan, sebagaimana dikutip Islam Memo (17/8/2014).

Penjualan tersebut dilakukan setelah perusahaan John Lewis menandatangani kontrak dengan dua sekolah berbeda di Inggris guna menyiapkan pakaian seragam lengkap dengan hijabnya untuk para siswinya. Hijab dengan warna putih dijual di toko John Lewis dengan harga 9 pounsterling Inggris atau sekitar 12 dolar AS.

Pihak humas John Lewis ketika dikonfirmasi tentang hal tersebut menyatakan bahwa isunya sederhana yaitu untuk memenuhi pesanan dan permintaan konsumen. Pihaknya dipercaya untuk menyiapkan pakaian seragam untuk 350 sekolah dan berupaya profesional memenuhi permintaan tersebut, termasuk kebutuhan siswi muslimah terhadap hijab.

Dalam hal ini, penjualan hijab oleh jaringan John Lewis termasuk yang pertama dilakukan oleh perusahaan pakaian di Inggris. Perkembangan tersebut mendapat perhatian, terutama setelah pemakaian hijab di kalangan siswi muslimah mendapat sorotan masyarakat sekuler Inggris antara dinilai bertentangan dengan peraturan sekolah atau bagian dari hak-hak siswi muslimah. (islammemo/rem/dakwatuna)


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/08/18/55909/pertama-kali-jaringan-toserba-terkenal-inggris-jual-hijab-islami-untuk-seragam-sekolah/#ixzz3AjFVSQKj 
Ilustrasi (Foto : Istimewa) (krjogja.com)

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Drs. H. Maskul Haji, M.Pd.I didampingi Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H. Nurudin, SH, MA. memastikan Kelompok Terbang (Kloter) DIY mendapatkan Kloter 23 SOC- 29 SOC mulai diberangkatkan tanggal 9 September 2014 dan pulang ke Tanah Air tanggal 19 Oktober 2014 dengan perincian sebagai berikut :

Kloter 23 SOC dari KABUPATEN SLEMAN akan masuk asrama haji Solo tanggal 9/9/2014, pukul 10.00 WIB, tiba di tanah air pada 19/10/2014 pukul 09.20 WIB.
Kloter 24 SOC dari KABUPATEN BANTUL dan KABUPATEN SLEMAN akan masuk asrama haji Solo tanggal 9/9/2014, pukul 16.00 WIB, tiba di tanah air pada 19/10/2014 pukul 16.20 WIB.
Kloter 25 SOC dari KOTA YOGYAKARTA dan KABUPATEN BANTUL akan masuk asrama haji Solo tanggal 9/9/2014, pukul 19.00 WIB, tiba di tanah air pada 19/10/2014 pukul 22.20 WIB.
Kloter 26 SOC dari KABUPATEN SLEMAN dan KOTA YOGYAKARTA akan masuk asrama haji Solo tanggal 10/9/2014, pukul 07.00 WIB, tiba di tanah air pada 20/10/2014 pukul 04.20 WIB.
Kloter 27 SOC dari KABUPATEN KULON PROGO dan KABUPATEN SLEMAN akan masuk asrama haji Solo tanggal 11/9/2014, pukul 07.00 WIB, tiba di tanah air pada 21/10/2014 pukul 09.20 WIB.
Kloter 28 SOC dari KABUPATEN GUNUNG KIDUL dan KABUPATEN BANTUL akan masuk asrama haji Solo tanggal 11/9/2014, pukul 09.00 WIB, tiba di tanah air pada 21/10/2014 pukul 11.20 WIB.
Kloter 29 SOC dari KABUPATEN BANTUL dan KABUPATEN SLEMAN serta gabungan JAWA TENGAH akan masuk asrama haji Solo tanggal 11/9/2014, pukul 11.00 WIB, tiba di tanah air pada 21/10/2014 pukul 14.40 WIB.

Sebelumnya, Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY, akan mengadakan Pemantapan Kelompok Terbang (Kloter) bagi calon jemaah haji dan petugas haji DIY, Acara akan dilaksankan di Asrama Haji Yogyakarta, Jl. Lingkar Utara, Sinduadi Mlati Sleman sehari dua kloter mulai Selasa - Jumat (19-22/08/2014).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Drs. H. Maskul Haji, M.Pd.I didampingi Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H. Nurudin, SH, MA. mengharapkan semua calon jamaah haji bisa menghadiri kegiatan tersebut. Sebab, pada acara tersebut akan dipertemukan jemaah haji satu kloter sebanyak (375) yang tahun ini akan diangkut Garuda Indonesia dengan menggunakan menggunakan typw pesawat Airbus 330, agar calon jamaah lebih mengenal sesama jemaah dalam satu kelompok terbang (Kloter), sehingga nantinya dapat lebih kompak dalam melaksanakan ibadah ditanah suci. (http://krjogja.com/)
-
Kompas/Agus Mulyadi

Masa tunggu (waiting list) ibadah haji di Sleman, mencapai 16 tahun. Hal ini disebabkan, pemotongan kuota jemaah dari Arab Saudi, untuk DIY dan Indonesia pada umumnya.
Ini berarti, jika ada seorang jemaah yang mendaftar pada tahun 2014, akan diberangkatkan menuju Tanah Suci di tahun 2030 mendatang.
Menurut Petugas Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Sleman Ikhsanudin, lamanya masa tunggu disebabkan oleh tiga hal. Yakni pembatasan kuota oleh pemerintah Arab Saudi, banyaknya dana talangan ibadah haji serta animo masyarakat yang begitu besar.
Ia menjelaskan hingga nanti tahun 2017 Indonesia masih terkena pemotongan kuota haji. Hal ini berimbas pada jumlah jamaah dari DIY, khususnya Kabupaten Sleman yang bisa diberangkatkan.
Menurutnya, pendaftar haji dari wilayah ini cukup besar jika dibanding dengan empat kabupaten dan kota se-Yogyakarta.
"Sleman sendiri tercatat paling banyak, pada tahun 2014 saja, kabupaten ini memberangkatkan 924 jemaah. Sedangkan untuk kuota DIY ada sejumlah 2400 orang," jelasnya, Minggu (17/8/2014). (Tribunjogja.com)
-
Ilustrasi. (inet)

Sunyi selalu membawa perenungan, bahwa hidup ini semakin pelik. Malam selalu hadir, menggelayutkan bulan dalam lingkaran cantik. Maknanya, saat hati gundah, masih ada tempat indah untuk menoleh. Saat hati resah, selalu tersedia ruang untuk bersandar. Saat jiwa lelah, selalu ada sahabat yang menyambut genggaman. Saat itu kita tahu, bahwa hidup kita tidak sendiri dan sepi.

Jika ingin menelisik lebih jauh dan membuka mata hati, apa penyebab gundah, resah dan lelah kita? Ternyata hanya perkara-perkara ringan dan sepele tanpa faedah. Hal-hal yang kita risaukan seputar diri kita sendiri atau tentang pribadi semata. Keluh kesah tiada henti. Terbenam dalam kesedihan urusan duniawi. Padahal, hal yang demikian sangat mudah diatasi dengan hanya membuka diri dan bersabar.

Sementara di luar sana, mereka sedang mempertaruhkan jiwa raga demi mempetahankan negara dan agama, terpampang jelas kekejian, kekejaman terhadap saudara-saudara muslim kita. Upaya-upaya memecah belah agama kian kentara, upaya-upaya mencampuradukkan yang haq dan bathil kian mengental. Kemerosotan ekonomi memberi dampak kemiskinan dan kelaparan kian melanda. Penggugat syariat kian mengokohkan barisan. Banyak lagi peristiwa dahsyat dan menggetarkan. Lalu, kita sedang apa? Atau keberadaan kita bagaimana?

Bagi sang pejuang, ia akan mengangkat pedang dan senjata untuk perang. Sementara sang fakir miskin hati, ia tetap meringkuk meratapi nasib yang tak berkesudahan. Bagi sang pejuang, ia akan masuk dalam lingkaran cinta, mempererat lingkaran untuk bersatu dan memperkokohnya dengan Al-Quran sebagai pegangan. Bagi sang fakir miskin hati, ia akan tetap menutup mata, memberi jarak hingga kian terpuruk dan terperosok. Bagi sang pejuang, ia akan menorehkan kemenangan. Bagi sang fakir miskin hati, ia akan membiarkan harinya berlalu tanpa arti.

Semoga kita termasuk dalam barisan sang pejuang. Insya Allah

=== Nina Mariana ===

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/08/18/55912/dalam-lingkaran-cinta-2/#ixzz3AixtCFTv 
 Foto keluarga penulis (kopyah) dengan seorang umahat 7 anak.

Malam semakin larut, aku masih sibuk dengan pekerjaanku. Baru saja, kau pamit untuk rehat. Sebab hari-harimu juga amat melelahkan. Aku sadari itu, maka, maafkan aku sebab belum bisa merehatkanmu dari kerja sebagai abdi negara.

Dalam hitungan menit, hari akan berganti, tanggal akan berubah. Esok pagi, pernikahan kita genap 10 bulan, istriku. Iya, baru sepuluh bulan. Sebuah bilangan yang amat singkat, jika ukurannya adalah Rasulullah Saw yang membersamai Ummu Khadijah, dua puluh lima tahun.

Aku tak punya banyak pinta. Hanya saja, jika diijinkan, aku ingin hidup selama mungkin bersamamu dalam taat kepada Allah Swt dan Rasul-Nya.

Dan, jika ternyata kebersamaan kita tak lama di dunia ini, moga berlanjut dalam reuni akbar di surga-Nya, aamiin.
 
Istriku, ijinkan aku menulis beberapa rasa yang memang ingin kugubah. Maaf, di sini tak kugunakan sapaan kesayangan yang biasanya digunakan saat bersama. Ini hanya sebentuk hormat dan empati, bilasaja di sana ada yang tak berkenan dengan sapaan itu. Sebab, ini adalah ruangan terbuka.

Istriku, terimakasih atas penerimaanmu.

Aku amat menyadari, aku hanyalah manusia biasa. Tak ada sedikit pun kelebihan yang kumiliki kecuali baru tersadar ketika kau menyampaikannya. Itulah yang kemudian membuatku menjadi seperti sekarang ini.

Kau menerimaku saat aku tengah bimbang di persimpangan jalan. Wajar sebenarnya. Dan itu adalah siklus yang dihadapi oleh semua remaja. Makanya, Allah Swt memerintahkan menikah. Karena dengan itu, ada ketenangan yang sama sekali tak bisa digambarkan dengan kata, sebanyak dan sebaik apa pun.

Saat kau menerimaku, sejatinya aku setengah tak percaya. Bagaimana mungkin, dirimu yang sudah beranak banyak menerimaku sebagai ayah bagi anak-anakmu? Sementara mengurus diriku saja, aku tak kuasa?

Apalagi, dari riwayat keluargamu, ada lebih dari satu orang yang nyata melamarmu sebab ingin hidup bersama dengan membiayai kebutuhan anak-anakmu. Dan, mereka itu, amat jauh dari kata mampu jika ukurannya aalah finansial.

Maka terhenyaklah diriku saat kau ucap, “Aku menerima. Karena kutemukan separuh jiwaku ada di dalam dirimu.” Kau bilang, kita cocok. Sevisi, semisi, dan mungkin; senasib. Semoga, inilah jodoh.

Istriku, aku amat sadar. Ini bukanlah keputusan yang biasa; bagiku juga bagimu. Bisa saja, ini amat aneh bagi kita, dilihat dari sisi mana pun; usia, status, kedewasaan, dan seterusnya. Meskipun, sejatinya, semua itu akan selesai dengan satu kalimat; Islam tak melarangnya.

Aku juga hendak sampaikan terimakasih untuk semuanya. Untuk taatmu, persetujuanmu, cintamu, sayangmu, baktimu, perhatianmu, dan semuanya. Sepuluh bulan bersamamu, aku menjadi semakin mengerti, mengapa dulu Rasulullah berkata selepas Khadijah wafat, “Adakah yang lebih baik dari Khadijah?”

Meski kusadar penuh, kita amat sangat jauh dari keduanya. Aku pun berkali-kali menyampaikan, kita bukanlah keduanya. Keduanya adalah kemuliaan, sedang kita penuh dengan dosa dan salah yang harus terus diperbaiki.

Maaf, aku tak mungkin menulis satu persatu jasamu hingga aku harus ucapkan terimakasih. Sebab itu akan amat panjang, dan kukira, tak akan selesai dalam bilangan hari untuk menyusunnya. Terimakasih itu, kusingkat dalam empat kata; aku mencintaimu karena Allah.

Istriku, maafkan aku. Aku mengerti, tak mungkinlah kesempurnaan itu ada dalam diriku. Siapalah aku? Banyak salah, sering lupa, mudah luput dan tak jarang; lalai dalam kebaikan.

Maka, hadirmu adalah anugerah. Aku akan selalu ingat nasihatmu, ketika muadzin sudah menyiarkan panggilan-Nya. Katamu, “Mas, shalat dulu. Kerjanya lanjut nanti saja.”

Maka, hadirmu adalah nikmat. Apalagi, ketika lelahku menjadi, dengan piawai kau datangi diriku, kemudian bertanya lembut, “Mas, mau minum apa?” Kau pun berikan opsi; susu, teh, kopi, air putih hangat. Dan, apa yang kusebut akan terhadir dalam hitungan menit setelah tawaranmu itu. Kemudian berlanjut dengan mendaratnya pijitmu di pundak, kepala, punggung dan anggota badan yang kupinta.

Istriku, saat ini kulihat wajahmu lelap dalam lelah-pejam matamu. Aku melihat ketulusan itu, aku menyaksikan cinta itu, aku seksamai sayang itu. Dan aku, siap menyampaikannya jika kelak ditanya Tuhanku, “Rabbi, aku ridha dengannya.” Moga dengan saksiku, kau akan berhak masuk dan menghuni di dalam surga-Nya.

Istriku, perjuangan kita akan semakin berat. Banyak agenda yang harus kita selesaikan. Maka, semoga Allah menguatkan kita dalam taat kepada-Nya. Moga Dia senantiasa berikan keberkahan dalam biduk rumah tangga yang tengah kita bangun-raksasakan.

Harapku, kau akan diberikan kesehatan fisik, kecerdasan fikir dan kejernihan ruhani. Sehingga bisa melanjutkan hidup dengan penuh stamina prima dalam taat.

Istriku, kusudahi dulu episode sepuluh bulan kebersamaan kita. Barangkali, dan semoga, ini menjadi wakil bagi semua suami yang hendak mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya. Berharap, ini menjadi semangat bagi mereka yang ragu, penerang bagi siapa yang bimbang, pengingat bagi diri yang lalai dan pelecut bagi siapa yang loyo.

Sungguh, tak ada maksud lebay dalam tulisan ini. Tak pula bermaksud riya’ atas semua jasamu, istriku. Ini hanyalah salah satu tafsir agar kita saling mengingatkan. Ini adalah makna berbagi dalam kebaikan.

Sebab, jika ini membawa manfaat, kau pula akan teraliri pahalanya. Dan, andai dari tulisan ini timbul keburukan, maka hal itu bukanlah tujuan; semoga Allah Swt mengampuni apa yang luput dan tak terpikirkan oleh kita yang serba terbatas ini.

Istriku, sekarang sudah tanggal 13. Tepat sepuluh bulan kita bersama. Semoga Allah berikan sakinah, mawaddah dan rahmah dalam keluarga kita. Semoga kau semakin disayang Allah, selalu dan selamanya.

"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Qs. al-Furqan [25]: 74)

Pirman
bersamadakwah.com