Select Menu

Slider

Diberdayakan oleh Blogger.

Berita Haji dan Umroh

Alumni Sahara Kafila

Racing

Video Perjalanan Umroh Sahara Kafila


Pernikahan adalah ibadah. Ia tidak sekedar upacara untuk mengumumkan kepada masyarakat mengenai status pernikahan.

Niatkan bahwa pernikahan sebagai wujud pelaksanaan ketaatan kepada Allah SWT dan RasulNya. Jadi dalam pernikahan ada sebuah amanah, langsung dari Allah dan Rasul-Nya.

Tekadkanlah dalam hati, sejak dari awal, untuk menjaga amanah ini hingga ajal tiba. Ini menjadi amat penting dalam proses kehidupan pasangan suami istri (Pasutri) selanjutnya. Karena dengan menempatkan niat dan tekad itu, Allah SWT akan selalu berkenan hadir dalam kehidupan pasutri selanjutnya, baik dikala gembira maupun disaat duka.

Al Quran mengajarkan kepada kita semua bahwa melalui pernikahan seharusnya terwujud suasana kasih sayang, sebuah kebahagiaan, sebuah oase surgawi di dunia. Keluarga adalah sebuah wahana untuk mewujudkan kebahagiaan bukan yang lain atau sebaliknya.

Berkeluarga adalah sebuah komitmen untuk mewujudkan kebahagiaan. Sungguh tidak mudah mendefinisikan kebahagiaan namun jelas bahwa ia berlawanan dengan kekecewaan, kesedihan, kegelisahan, kelesuan, kegaluan dan sejenisnya.

Kebahagiaan adalah nuansa atau karakteristik surgawi dan oleh karenanya kepemilikannya oleh manusia amat tidak disukai oleh Iblis. Sebagai musuh abadi manusia, Iblis sang pewaris neraka akan terus merongrong kebahagiaan yang menjadi milik manusia, anak keturunan Adam, para calon pewaris surga.

Salah satu benteng terkuat untuk menjaga kebahagiaan pasutri dalam keluarga dari rongrongan itu adalah kemaafan. Bukalah pintu kemaafan selebar-lebarnya dan selama-lamanya karena ia akan mencegah masuknya kemarahan, awal dari intervensi Iblis dalam menghancurkan kebahagiaan anak-anak Adam.

Karena setiap pasutri mempunyai karakteristik sendiri-sendiri yang unik, lengkap dengan kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Melalui pernikahan ini hendak dipersatukan dalam sebuah rumah tangga. Konsekuensinya adalah bahwa kesalahpahaman adalah sebuah keniscayaan. Karena itu membuka pintu maaf seluas-luasnya adalah salah satu resep abadi dan ampuh dalam membangun rumah tangga bahagia.

Agama mengatur tanggung jawab, peran dan fungsi pasutri dalam kehidupan berkeluarga. Sempurnakanlah dan tunaikanlah hal tersebut dalam perjalanan membangun rumah tangga yang akan dirahmati dan diberkahi oleh Allah SWT. Wallahua’लम

http://pkspesanggrahan.blogspot.com/2012/03/pernikahan-adalah-ibadah.html
-

Ditulis oleh: Cecep Y Pramana


Jika semua bahtera dunia menjadi nyata
Betapa indah tepa selira
Saling dukung tuk menumbuhkan Cinta
Menggapai ridha dari Sang pemilik Cinta

Jika saja cinta tak pernah ada dalam kamus hati
Niscaya tak kan berarti diri berdekat Ilahi
Semua manusia bersatu janji
Sujud padamu wahai sang Rabbi

Jika saja berandai-andai bukan barang haram
Tak kan kulepas semua khayalan
Namun semua bukanlah kenyataan
Karena hanya amal yang membuktikan

Wahai Rabb Dzat pemilik Iqab
RahmatMu terbentang tak berbataskan
Bagi setiap hamba yang mengharapkan
CintaMu luas meliputi langit dan Bumi
KaryaMu nyata bagai surya di jagad raya
Ampuni hamba yang terlelap dosa
Berderap langkah dengan banyak manusia
Diatas keterbatasan segala daya

Wahai Al-Jaliil pemilik ghafur
Izinkan hamba sujur tersungkur
Tanda rasa cinta beriring syukur
dihadapanMu memuji syukur
Atas rahmat yang Engkau tabur

Semoga Cinta menjadi bunga
Sahabat menjadi pemicu Asa
Semerbak di hati setiap manusia
Mengawal panji sang Maha Esa

Wahai Rabb, dekatkan cinta dari hati ini
Pada setiap manusia yang memujiMu
Tumbuhkan ia dengan cintaMu
Pada sesama saudara yang mencintaiMu

Biarlah cinta menjadi saksi
Pada setiap manusia yang Engkau ridhoi
Jika menuntun kami pada jalanMu ke Surga nanti

Ya Rabb
Jauhkanlah benci dari hati kami
Wahai Dzat pemilik Rahman
Andai ia hanya mampu berkaca diri tanpa mampu berbaik diri

Sayangilah saudaraku yang akan melangsungkan resepsi Cinta
Yang karena cintanya pada Engkau
Ampunilah saudaraku jika mereka terselip dosa
Hingga ajal menjemput nanti

Kumpulkan kami di SurgaMu nanti
Sungguh indah dan Adil Engkau wahai Dzat pemilik segala iradah
Engkau ciptakan Cinta dan Benci
Penghias hidup sebelum mati
Tumbuhkanlah keduanya ya Allah

Dalam bahtera suci
Dalam bahtera cinta
Dalam mahligai rumah tangga
Jadikanlah kami orang yang mencintai
Dan membenci hanya karena Engkau

Sumber: dakwatuna.com
-

Gelisah, duka dan air mata adalah bagian dari sketsa hidup kita di dunia. Tetesan air mata yang bermuara dari hati dan berselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan, hingga membuat keresahan dan kebimbangan hadir memenuhi rongga kehidupan.

Disaat hatinya ‘galau’ menanti pangeran ataupun bidadari yang tidak kian datang, tanganpun membentangkan sajadah setiap malam. Duka yang datang karena kerinduan yang sangat mendalam menyebabkan kepedihan yang menyesakkan rongga dada.

Jiwa yang rapuh bisa berkisah pada alam serta isinya. Lalu ia bertanya, dimanakah pasangan jiwanya berada, apakah akan datang hari ini, esok, lusa atau kapan?. Lalu, hati pun menciptakan serpihan kegelisahan, bagaikan anak kecil yang hilang dari ibunya di tengah keramaian.

Keinginan yang kuat untuk bertemu pangeran dan bidadari serta belahan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah dari manusia? Allah SWT berikan itu semuanya. Semua itu hadir tanpa disadari sebelumnya, hingga tanpa sadar telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan.

Dan sebuah fitrah pula jika setiap wanita ingin menjadi seorang istri dan ibu yang baik bagi anak-anaknya ketimbang menjalani hidup dalam kesendirian. Dengan sentuhan kasih sayang dan belaiannya, akan terbentuk jiwa-jiwa yang shaleh dan shalehah.

Dan setiap pria ingin menjadi seorang suami dan ayah yang bertanggungjawab bagi anak-anaknya daripada memikirkan kehidupan yang di jalani dalam kesendirian. Dengan sentuhan motivasi dan jiwa kesatria, akan terbentuk pribadi-pribadi terbaik dan mumpuni.

Wahai jiwa yang gelisah, janganlah dirimu selalu bersedih dan menangis di setiap penghujung malam, karena hanya tak kunjung usai memikirkan siapa kiranya pangeran dan bidadari belahan jiwa dan hatinya.

Menangislah karena air mata permohonan kepadaNya di setiap sujud dan keheningan pekat sepertiga malam. Jadikan hidup ini selalu penuh dengan harapan baik dan keridhaan kepada Sang Pemilik Jiwa, Allah Rabbul Izzati.

Bersiap menghadapi putaran waktu, hingga setiap gerak langkah serta helaan nafas bernilai ibadah kepada Allah SWT. Siramlah selalu hati ini dengan tarbiyah Ilahi, hingga diri ini tidak sepi dalam kesendirian yang terus panjang. Karena pastinya akan menemukan kedamaian dan kesejukan hati.

Wahai jiwa yang sedang gelisah, bukankah jika sudah saatnya tiba, maka ‘jodoh’ tak akan lari kemana. Dia tidak akan salah jalan atau salah menemukan pasangannya. Karena sejak ruh telah menyatu dengan jasad, siapa belahan jiwamu pun telah dituliskanNya, hanya ikhtiar pembangkit motivasi jiwa.

Bukankah mentari akan selalu menyinari sekaligus menghiasi pagi dengan kemewahan dan kegagahan sinar keemasannya. Malam masih indah dengan sinar lembut rembulan yang dipagar bintang gemintang. Hari-hari terbaik akan selalu menjadi belahan jiwa kita, menemani dan menanti datangnya sang pangeran dan bidadari pujaan hati dan belahan jiwanya.

Rabbana hablana milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah 'Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yang terbaik dari sisiMu, pasangan yang juga menjadi sahabat dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat'. Wallahua'lam

Oleh Pramana Asmadiredja
-