Slider
Diberdayakan oleh Blogger.
Arsip Blog
-
▼
2014
(83)
-
▼
September
(12)
- FINAL UPDATE Jadual Pemberangkatan dan Pemulangan ...
- Pelepasan Kloter I Jamaah Calon Haji SOC
- Pemerintah Arab Saudi Larang Jamaah Haji Memasak d...
- Keluarga Besar Bpk.Priyo Budi Santoso (Wakil DPR-RI)
- DR.Ito Sumardi,SH,MH,MBA,Komjen Polisi,Purn
- DR.Letjen (Purn) Nono Sampono (Mantan Komandan Pas...
- KH. DR. Ma'ruf Amin (Ketua MUI Pusat) Beserta Kelu...
- DR. Syamsul Ma'arif (Hakim Agung RI)
- Perjalanan Umroh Jamaah Sahara Kafila 2 Mei 2013
- Perjalanan Umroh Jamaah Sahara Kafila 15 Mei 2013
- Perjalanan Umroh Jamaah Sahara Kafila 3 Juni 2012
- Perjalanan Umroh Jamaah Sahara Kafila 23 April 2013
-
▼
September
(12)
Berita Haji dan Umroh
Alumni Sahara Kafila
Racing
Video Perjalanan Umroh Sahara Kafila
Dalam melaksananakan ibadah haji hendaknya para calon haji (calhaj) kota Tangerang dapat menjalin kebersamaan, persatuan dan saling tolong menolong antar jamaah .
Hal tersebut disampaikan Walikota Tangerang, H Arief R Wismansyah saat menghadiri acara Walimatussafar Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Ikhlas di Komplek Korpri Kedaung Wetan Kecamatan Neglasari Kota Tangerang, Ahad (24/8).
Arief mengatakan bahwa meningkatnya keinginan masyarakat dalam melaksanakan ibadah haji tentunya sebagai bukti meningkatnya kehidupan ekonomi masyarakat.
"Kalo kita daftar haji tahun ini, nanti berangkatnya tiga belas tahun lagi,"kata Arief.
Arief menyampaikan bahwa calhaj yang bisa berangkat pada tahun ini patut bersyukur dengan terus meningkatkan silaturrahmi dan kebersamaan sesama calhaj.
Selain itu, Walikota juga berpesan agar calhaj kota Tangerang dapat selalu menjada kesehatannya karena nantinya akan mengalami iklim dan cuaca yang berbeda. "Kalo di sini panas di Arab lebih panas lagi,"ujarnya.
Walikota meminta agar calhaj kota Tangerang dapat saling membantu antar satu dengan lainnya.
Walikota berharap agar setelah kembali melakasanakan ibadah haji dapat menjadi haji yang mabrur dan sebagai panutan dan cermin bagi masyarakat. Karena dengan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat secara otomatis telah membantu Pemerintah Kota Tangerang dalam membangun kota yang akhlakul karimah. (republika.co.id)
Hal tersebut disampaikan Walikota Tangerang, H Arief R Wismansyah saat menghadiri acara Walimatussafar Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Ikhlas di Komplek Korpri Kedaung Wetan Kecamatan Neglasari Kota Tangerang, Ahad (24/8).
Arief mengatakan bahwa meningkatnya keinginan masyarakat dalam melaksanakan ibadah haji tentunya sebagai bukti meningkatnya kehidupan ekonomi masyarakat.
"Kalo kita daftar haji tahun ini, nanti berangkatnya tiga belas tahun lagi,"kata Arief.
Arief menyampaikan bahwa calhaj yang bisa berangkat pada tahun ini patut bersyukur dengan terus meningkatkan silaturrahmi dan kebersamaan sesama calhaj.
Selain itu, Walikota juga berpesan agar calhaj kota Tangerang dapat selalu menjada kesehatannya karena nantinya akan mengalami iklim dan cuaca yang berbeda. "Kalo di sini panas di Arab lebih panas lagi,"ujarnya.
Walikota meminta agar calhaj kota Tangerang dapat saling membantu antar satu dengan lainnya.
Walikota berharap agar setelah kembali melakasanakan ibadah haji dapat menjadi haji yang mabrur dan sebagai panutan dan cermin bagi masyarakat. Karena dengan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat secara otomatis telah membantu Pemerintah Kota Tangerang dalam membangun kota yang akhlakul karimah. (republika.co.id)
Berita
![]() |
| Film Haji Backpacker (Merdeka) |
Perjalanan Mada, tokoh utama dalam film Haji Backpacker, memberikan pengetahuan tentang komunitas muslim di sembilan negara yang dilalui. Komunitas muslim di masing-masing negara yang menjadi lokasi syuting 'Haji Backpacker' memiliki ciri khas masing-masing.
"Semua negara punya keunikan masing-masing. Ini yang membuat value film ini unik," tutur Sutradara Film `Haji BackPacker`, Danial Rifki, saat berbincang dengan Dream di Jakarta, Kamis 7 Agustus 2014.
Film Haji Backpacker memang menceritakan perjalanan tokoh Mada, yang diperankan oleh Abimana Aryasatya, ke Mekah. Setidaknya, perjalanan itu melewati sembilan negara, Indonesia, Thailand, Vietnam, China, Tibet, Nepal, India, Iran, dan Arab Saudi.
Menurut Danial, budaya masyarakat muslim di wilayah yang menjadi lokasi syuting film garapannya itu sungguh beragam dan unik. "Islam ini tidak identik dengan Arab, bahwa Islam itu mengikuti wadah budaya di mana negara itu ada," tutur dia.
Dia mencontohkan komunitas Islam di China. Islam di China, kata dia, punya karakter sendiri. Masjidnya seperti klenteng, tidak berkubah seperti yang banyak terdapat di tanah Arab. "India juga begitu, mengikuti gaya mereka," tutur dia.
"Di negara lain juga beda lagi, Islam di Surabaya nanti juga beda lagi, mungkin pakai musik hadrah. Islamnya mengikuti budaya masing-masing."
Danial menambahkan, alur cerita film Haji Backpacker memang tidak menonjolkan budaya setiap negara yang dilalui Mada. Namun, budaya komunitas muslim itu menjadi semacam bonus untuk para penonton film yang akan dirilis bulan depan ini.
"Ini tentang perjalanan batin Mada, anak muslim Ampel, Surabaya, yang nakal. Sehingga tidak ada porsi menonjol soal budaya. Jadi kita seperti wisata melihat Islam di berbagai negara," tutur Danial.
Sementara, Abimana menambahkan film ini sangat menarik bagi penyuka petualangan. Sebab, di daerah baru akan selalu ada pengalaman yang baru pula. Sehingga, akan banyak nilai-nilai baru yang bisa ditemui dalam film ini.
"Satu hal kalau bertualang yang kita cari ya tempat berteduh, tempat berteduh pertama yang kita cari ya masjid. Salat dan bersih-bersih di sana," kata Abimana yang tampil di film ini bersama Pipik Dian Irawati, Ray Sahetapy, Kenes, dan Dion Wiyoko, ini. (Ism/dream.co.id)
Berita - Info Umroh dan Haji
![]() |
| Departement stores John Lewis di London (wikipedia.org) |
Jaringan toserba John Lewis, yang dikategorikan department stores terbesar dan terkenal di Inggris, untuk pertama kalinya meluncurkan penjualan hijab islami dalam daftar pakaian-pakaian sekolah yang dijualnya, sebagai persiapan dimulainya kegiatan sekolah di Inggris bulan depan, sebagaimana dikutip Islam Memo (17/8/2014).
Penjualan tersebut dilakukan setelah perusahaan John Lewis menandatangani kontrak dengan dua sekolah berbeda di Inggris guna menyiapkan pakaian seragam lengkap dengan hijabnya untuk para siswinya. Hijab dengan warna putih dijual di toko John Lewis dengan harga 9 pounsterling Inggris atau sekitar 12 dolar AS.
Pihak humas John Lewis ketika dikonfirmasi tentang hal tersebut menyatakan bahwa isunya sederhana yaitu untuk memenuhi pesanan dan permintaan konsumen. Pihaknya dipercaya untuk menyiapkan pakaian seragam untuk 350 sekolah dan berupaya profesional memenuhi permintaan tersebut, termasuk kebutuhan siswi muslimah terhadap hijab.
Dalam hal ini, penjualan hijab oleh jaringan John Lewis termasuk yang pertama dilakukan oleh perusahaan pakaian di Inggris. Perkembangan tersebut mendapat perhatian, terutama setelah pemakaian hijab di kalangan siswi muslimah mendapat sorotan masyarakat sekuler Inggris antara dinilai bertentangan dengan peraturan sekolah atau bagian dari hak-hak siswi muslimah. (islammemo/rem/dakwatuna)
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/08/18/55909/pertama-kali-jaringan-toserba-terkenal-inggris-jual-hijab-islami-untuk-seragam-sekolah/#ixzz3AjFVSQKj
Berita
![]() |
Ilustrasi (Foto : Istimewa) (krjogja.com) |
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Drs. H. Maskul Haji, M.Pd.I didampingi Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H. Nurudin, SH, MA. memastikan Kelompok Terbang (Kloter) DIY mendapatkan Kloter 23 SOC- 29 SOC mulai diberangkatkan tanggal 9 September 2014 dan pulang ke Tanah Air tanggal 19 Oktober 2014 dengan perincian sebagai berikut :
Kloter 23 SOC dari KABUPATEN SLEMAN akan masuk asrama haji Solo tanggal 9/9/2014, pukul 10.00 WIB, tiba di tanah air pada 19/10/2014 pukul 09.20 WIB.
Kloter 24 SOC dari KABUPATEN BANTUL dan KABUPATEN SLEMAN akan masuk asrama haji Solo tanggal 9/9/2014, pukul 16.00 WIB, tiba di tanah air pada 19/10/2014 pukul 16.20 WIB.
Kloter 25 SOC dari KOTA YOGYAKARTA dan KABUPATEN BANTUL akan masuk asrama haji Solo tanggal 9/9/2014, pukul 19.00 WIB, tiba di tanah air pada 19/10/2014 pukul 22.20 WIB.
Kloter 26 SOC dari KABUPATEN SLEMAN dan KOTA YOGYAKARTA akan masuk asrama haji Solo tanggal 10/9/2014, pukul 07.00 WIB, tiba di tanah air pada 20/10/2014 pukul 04.20 WIB.
Kloter 27 SOC dari KABUPATEN KULON PROGO dan KABUPATEN SLEMAN akan masuk asrama haji Solo tanggal 11/9/2014, pukul 07.00 WIB, tiba di tanah air pada 21/10/2014 pukul 09.20 WIB.
Kloter 28 SOC dari KABUPATEN GUNUNG KIDUL dan KABUPATEN BANTUL akan masuk asrama haji Solo tanggal 11/9/2014, pukul 09.00 WIB, tiba di tanah air pada 21/10/2014 pukul 11.20 WIB.
Kloter 29 SOC dari KABUPATEN BANTUL dan KABUPATEN SLEMAN serta gabungan JAWA TENGAH akan masuk asrama haji Solo tanggal 11/9/2014, pukul 11.00 WIB, tiba di tanah air pada 21/10/2014 pukul 14.40 WIB.
Sebelumnya, Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY, akan mengadakan Pemantapan Kelompok Terbang (Kloter) bagi calon jemaah haji dan petugas haji DIY, Acara akan dilaksankan di Asrama Haji Yogyakarta, Jl. Lingkar Utara, Sinduadi Mlati Sleman sehari dua kloter mulai Selasa - Jumat (19-22/08/2014).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Drs. H. Maskul Haji, M.Pd.I didampingi Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H. Nurudin, SH, MA. mengharapkan semua calon jamaah haji bisa menghadiri kegiatan tersebut. Sebab, pada acara tersebut akan dipertemukan jemaah haji satu kloter sebanyak (375) yang tahun ini akan diangkut Garuda Indonesia dengan menggunakan menggunakan typw pesawat Airbus 330, agar calon jamaah lebih mengenal sesama jemaah dalam satu kelompok terbang (Kloter), sehingga nantinya dapat lebih kompak dalam melaksanakan ibadah ditanah suci. (http://krjogja.com/)
Berita - Info Umroh dan Haji
![]() |
Kompas/Agus Mulyadi |
Masa tunggu (waiting list) ibadah haji di Sleman, mencapai 16 tahun. Hal ini disebabkan, pemotongan kuota jemaah dari Arab Saudi, untuk DIY dan Indonesia pada umumnya.
Ini berarti, jika ada seorang jemaah yang mendaftar pada tahun 2014, akan diberangkatkan menuju Tanah Suci di tahun 2030 mendatang.
Menurut Petugas Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Sleman Ikhsanudin, lamanya masa tunggu disebabkan oleh tiga hal. Yakni pembatasan kuota oleh pemerintah Arab Saudi, banyaknya dana talangan ibadah haji serta animo masyarakat yang begitu besar.
Ia menjelaskan hingga nanti tahun 2017 Indonesia masih terkena pemotongan kuota haji. Hal ini berimbas pada jumlah jamaah dari DIY, khususnya Kabupaten Sleman yang bisa diberangkatkan.
Menurutnya, pendaftar haji dari wilayah ini cukup besar jika dibanding dengan empat kabupaten dan kota se-Yogyakarta.
"Sleman sendiri tercatat paling banyak, pada tahun 2014 saja, kabupaten ini memberangkatkan 924 jemaah. Sedangkan untuk kuota DIY ada sejumlah 2400 orang," jelasnya, Minggu (17/8/2014). (Tribunjogja.com)
Berita - Info Umroh dan Haji
![]() |
| Ilustrasi. (inet) |
Sunyi selalu membawa perenungan, bahwa hidup ini semakin pelik. Malam selalu hadir, menggelayutkan bulan dalam lingkaran cantik. Maknanya, saat hati gundah, masih ada tempat indah untuk menoleh. Saat hati resah, selalu tersedia ruang untuk bersandar. Saat jiwa lelah, selalu ada sahabat yang menyambut genggaman. Saat itu kita tahu, bahwa hidup kita tidak sendiri dan sepi.
Jika ingin menelisik lebih jauh dan membuka mata hati, apa penyebab gundah, resah dan lelah kita? Ternyata hanya perkara-perkara ringan dan sepele tanpa faedah. Hal-hal yang kita risaukan seputar diri kita sendiri atau tentang pribadi semata. Keluh kesah tiada henti. Terbenam dalam kesedihan urusan duniawi. Padahal, hal yang demikian sangat mudah diatasi dengan hanya membuka diri dan bersabar.
Sementara di luar sana, mereka sedang mempertaruhkan jiwa raga demi mempetahankan negara dan agama, terpampang jelas kekejian, kekejaman terhadap saudara-saudara muslim kita. Upaya-upaya memecah belah agama kian kentara, upaya-upaya mencampuradukkan yang haq dan bathil kian mengental. Kemerosotan ekonomi memberi dampak kemiskinan dan kelaparan kian melanda. Penggugat syariat kian mengokohkan barisan. Banyak lagi peristiwa dahsyat dan menggetarkan. Lalu, kita sedang apa? Atau keberadaan kita bagaimana?
Bagi sang pejuang, ia akan mengangkat pedang dan senjata untuk perang. Sementara sang fakir miskin hati, ia tetap meringkuk meratapi nasib yang tak berkesudahan. Bagi sang pejuang, ia akan masuk dalam lingkaran cinta, mempererat lingkaran untuk bersatu dan memperkokohnya dengan Al-Quran sebagai pegangan. Bagi sang fakir miskin hati, ia akan tetap menutup mata, memberi jarak hingga kian terpuruk dan terperosok. Bagi sang pejuang, ia akan menorehkan kemenangan. Bagi sang fakir miskin hati, ia akan membiarkan harinya berlalu tanpa arti.
Semoga kita termasuk dalam barisan sang pejuang. Insya Allah
=== Nina Mariana ===
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/08/18/55912/dalam-lingkaran-cinta-2/#ixzz3AixtCFTv
Sastra
![]() |
| Foto keluarga penulis (kopyah) dengan seorang umahat 7 anak. |
Malam semakin larut, aku masih sibuk dengan pekerjaanku. Baru saja, kau pamit untuk rehat. Sebab hari-harimu juga amat melelahkan. Aku sadari itu, maka, maafkan aku sebab belum bisa merehatkanmu dari kerja sebagai abdi negara.
Dalam hitungan menit, hari akan berganti, tanggal akan berubah. Esok pagi, pernikahan kita genap 10 bulan, istriku. Iya, baru sepuluh bulan. Sebuah bilangan yang amat singkat, jika ukurannya adalah Rasulullah Saw yang membersamai Ummu Khadijah, dua puluh lima tahun.
Aku tak punya banyak pinta. Hanya saja, jika diijinkan, aku ingin hidup selama mungkin bersamamu dalam taat kepada Allah Swt dan Rasul-Nya.
Dan, jika ternyata kebersamaan kita tak lama di dunia ini, moga berlanjut dalam reuni akbar di surga-Nya, aamiin.
Istriku, ijinkan aku menulis beberapa rasa yang memang ingin kugubah. Maaf, di sini tak kugunakan sapaan kesayangan yang biasanya digunakan saat bersama. Ini hanya sebentuk hormat dan empati, bilasaja di sana ada yang tak berkenan dengan sapaan itu. Sebab, ini adalah ruangan terbuka.
Istriku, terimakasih atas penerimaanmu.
Aku amat menyadari, aku hanyalah manusia biasa. Tak ada sedikit pun kelebihan yang kumiliki kecuali baru tersadar ketika kau menyampaikannya. Itulah yang kemudian membuatku menjadi seperti sekarang ini.
Kau menerimaku saat aku tengah bimbang di persimpangan jalan. Wajar sebenarnya. Dan itu adalah siklus yang dihadapi oleh semua remaja. Makanya, Allah Swt memerintahkan menikah. Karena dengan itu, ada ketenangan yang sama sekali tak bisa digambarkan dengan kata, sebanyak dan sebaik apa pun.
Saat kau menerimaku, sejatinya aku setengah tak percaya. Bagaimana mungkin, dirimu yang sudah beranak banyak menerimaku sebagai ayah bagi anak-anakmu? Sementara mengurus diriku saja, aku tak kuasa?
Apalagi, dari riwayat keluargamu, ada lebih dari satu orang yang nyata melamarmu sebab ingin hidup bersama dengan membiayai kebutuhan anak-anakmu. Dan, mereka itu, amat jauh dari kata mampu jika ukurannya aalah finansial.
Maka terhenyaklah diriku saat kau ucap, “Aku menerima. Karena kutemukan separuh jiwaku ada di dalam dirimu.” Kau bilang, kita cocok. Sevisi, semisi, dan mungkin; senasib. Semoga, inilah jodoh.
Istriku, aku amat sadar. Ini bukanlah keputusan yang biasa; bagiku juga bagimu. Bisa saja, ini amat aneh bagi kita, dilihat dari sisi mana pun; usia, status, kedewasaan, dan seterusnya. Meskipun, sejatinya, semua itu akan selesai dengan satu kalimat; Islam tak melarangnya.
Aku juga hendak sampaikan terimakasih untuk semuanya. Untuk taatmu, persetujuanmu, cintamu, sayangmu, baktimu, perhatianmu, dan semuanya. Sepuluh bulan bersamamu, aku menjadi semakin mengerti, mengapa dulu Rasulullah berkata selepas Khadijah wafat, “Adakah yang lebih baik dari Khadijah?”
Meski kusadar penuh, kita amat sangat jauh dari keduanya. Aku pun berkali-kali menyampaikan, kita bukanlah keduanya. Keduanya adalah kemuliaan, sedang kita penuh dengan dosa dan salah yang harus terus diperbaiki.
Maaf, aku tak mungkin menulis satu persatu jasamu hingga aku harus ucapkan terimakasih. Sebab itu akan amat panjang, dan kukira, tak akan selesai dalam bilangan hari untuk menyusunnya. Terimakasih itu, kusingkat dalam empat kata; aku mencintaimu karena Allah.
Istriku, maafkan aku. Aku mengerti, tak mungkinlah kesempurnaan itu ada dalam diriku. Siapalah aku? Banyak salah, sering lupa, mudah luput dan tak jarang; lalai dalam kebaikan.
Maka, hadirmu adalah anugerah. Aku akan selalu ingat nasihatmu, ketika muadzin sudah menyiarkan panggilan-Nya. Katamu, “Mas, shalat dulu. Kerjanya lanjut nanti saja.”
Maka, hadirmu adalah nikmat. Apalagi, ketika lelahku menjadi, dengan piawai kau datangi diriku, kemudian bertanya lembut, “Mas, mau minum apa?” Kau pun berikan opsi; susu, teh, kopi, air putih hangat. Dan, apa yang kusebut akan terhadir dalam hitungan menit setelah tawaranmu itu. Kemudian berlanjut dengan mendaratnya pijitmu di pundak, kepala, punggung dan anggota badan yang kupinta.
Istriku, saat ini kulihat wajahmu lelap dalam lelah-pejam matamu. Aku melihat ketulusan itu, aku menyaksikan cinta itu, aku seksamai sayang itu. Dan aku, siap menyampaikannya jika kelak ditanya Tuhanku, “Rabbi, aku ridha dengannya.” Moga dengan saksiku, kau akan berhak masuk dan menghuni di dalam surga-Nya.
Istriku, perjuangan kita akan semakin berat. Banyak agenda yang harus kita selesaikan. Maka, semoga Allah menguatkan kita dalam taat kepada-Nya. Moga Dia senantiasa berikan keberkahan dalam biduk rumah tangga yang tengah kita bangun-raksasakan.
Harapku, kau akan diberikan kesehatan fisik, kecerdasan fikir dan kejernihan ruhani. Sehingga bisa melanjutkan hidup dengan penuh stamina prima dalam taat.
Istriku, kusudahi dulu episode sepuluh bulan kebersamaan kita. Barangkali, dan semoga, ini menjadi wakil bagi semua suami yang hendak mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya. Berharap, ini menjadi semangat bagi mereka yang ragu, penerang bagi siapa yang bimbang, pengingat bagi diri yang lalai dan pelecut bagi siapa yang loyo.
Sungguh, tak ada maksud lebay dalam tulisan ini. Tak pula bermaksud riya’ atas semua jasamu, istriku. Ini hanyalah salah satu tafsir agar kita saling mengingatkan. Ini adalah makna berbagi dalam kebaikan.
Sebab, jika ini membawa manfaat, kau pula akan teraliri pahalanya. Dan, andai dari tulisan ini timbul keburukan, maka hal itu bukanlah tujuan; semoga Allah Swt mengampuni apa yang luput dan tak terpikirkan oleh kita yang serba terbatas ini.
Istriku, sekarang sudah tanggal 13. Tepat sepuluh bulan kita bersama. Semoga Allah berikan sakinah, mawaddah dan rahmah dalam keluarga kita. Semoga kau semakin disayang Allah, selalu dan selamanya.
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Qs. al-Furqan [25]: 74)
Pirman
bersamadakwah.com
Keluarga
Langganan:
Postingan (Atom)







Recent Comments