Select Menu

Slider

Diberdayakan oleh Blogger.

Berita Haji dan Umroh

Alumni Sahara Kafila

Racing

Video Perjalanan Umroh Sahara Kafila


Aksi Cepat Tanggap (ACT) mulai mendistribusikan kebutuhan air bersih untuk warga Gaza, Palestina. Warga Gaza mengalami krisis air bersih, akibat serangan 30 hari militer Zionis Israel sejak 8 Juli 2014. 
Ribuan waga Gaza yang dipecah dalam beberapa kelompok berdasar lokasi tempat tinggal, nampak mengantri untuk mendapatkan jatah air bersih, bantuan rakyat Indonesia melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT).
 
Tahap pertama distribusi, Alhamdulillah, telah tersalurkan tak kurang dari 600.000 liter air, yang diangkut 85 truk tanki, yang berkeliling di Kota Gaza.


“ Kita sangat bersyukur, distribusi air bersih untuk ragam keperluan warga Gaza bisa berjalan cepat dan lancar. Kami sangat apresiasi relawan local ACT di Gaza, yang bekerja cepat dan sigap,” puji Senior Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT) Imam Akbari, dikutip dari ACTNews, Sabtu, (9/8/2014).[ACT/Islamedia/YL]
Khalid Misy’al, Erdogan dan Ismail Haniyyah (Palestine Today)



Gerakan perlawanan Islam (Harakah Muqawamah Islamiyah/Hamas) di Gaza memberikan ucapan selamat atas kemenangan Recep Tayyip Erdogan dalam pemilu presiden Turki 2014 yang berlangsung Ahad (10/8/2014) yang lalu.

Pada keterangan persnya, Senin (11/8/2014) kemarin disebutkan, “Dari hati yang dalam, Hamas mengucapkan selamat atas kemenangan Recep Tayyip Erdogan atas kemenangannya dalam pilpres Turki. Kemenangan Erdogan adalah kemenangan Palestina, Gaza, Al-Quds dan Ramallah.”

Hamas juga sangat menghargai sikap-sikap Erdogan masalah Palestina. Sikap-sikap itu dikatakan sebagai sikap yang jujur dan murni.

Sementara itu, anggota biro politik Hamas, Izzat Rasyq, menulis status dalam akun facebooknya, “Dari hati dan penuh kecintaan, kami mengucapkan selamat atas kemenangan Recep Tayyip Erdogan dalam pemilu presiden Turki. Karena beliau kemarin telah mengucapkan ‘Hari ini Al-Quds, Gaza dan Ramallah mendapatkan kemenangan’, kami pun saat ini mengucapkan bahwa seluruh Palestina berbahagia dan memberkati kemenanganmu. Kami semua sangat menghargai sikap-sikap jujurmu dalam membela Palestina.” (msa/dakwatuna/almoslim)


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/08/12/55685/hamas-kemenangan-erdogan-kemenangan-palestina/#ixzz3AFemEm9d 
Pena ku untuk anak-anak Palestina 
yang dalam duka masih tersenyum
Pena cinta ku mengalir untuk mu
wahai anak-anak hebat dari Palestina 

Pena ku akan menghantam mu
wahai penebar senyum licik pembunuh anak-anak
Pena ku akan tembak dinding keangkuhan mu
wahai perempuan bernyali kerdil

Semua tahu mana senyum yang indah
Meski hanya leher ke atas ekspresi yang kau berikan
Senyum mu itu indah nak
Bertahan dan bangkitlah
Hentikan senyum licik disebelah mu!


=== Joy ===


Apa ini yang lo bilang
Bisa menjadi 10 kekuatan militer terbaik di dunia?

Coba periksa hati lo!
Jangan-jangan emang udah gak ada, parah dong man

Saat moncong senjata tak bermutu lo
ingin hantam dan serbu
apa yang kau cari wahai serdadu?
wahai serdadu bego, mengapa demi tahta, harta dan wanita kau mau di adu?

Buang senjata lo
coba duel satu lawan satu
gw mo lihat
apa benar emang lo serdadu bego atau bukan?
kamera lawan senapan
kemana otak lo man?

Kalo emang perang
kenapa mayoritas korban adalah sipil, anak-anak, ibu-ibu, lansia
apa yang ada di otak lo serdadu bego
klaim sebagai 10 besar terbaik militer dunia
ahhh..itu isapan jempol lo doang
parah lo!


=== Trijoyo Adi ===


Menjadi insinyur adalah citanya
Meski masih bocah pohon cita-citanya sudah mulai ia tanam
Banyak sekolah yang hancur
Bahkan sekolah yang didirikan PBB pun hancur
Karena keganasan pasukan israel selalu meluluhlantahkan apa dan siapa saja dihadapannya
Mungkin jika Tuhan ada dihadapannya akan di bom juga, saking ganasnya

Rumah yang hancur
Sekolah yang hancur
Tak membuat cita-citanya ikut hancur
Anak-anak memang milik zamannya
Orang tua dan lingkungan
Membuat kau menjadi tegar nak..

Aku ingin jadi insinyur
Begitulah cita dan asa yang kau tanam
Jauh sebelum kau tumbuh dewasa

Nak...kamu menjadi target serangan brutal
Nak...terkoyak nurani kemanusiaan
Saksikan cita agung mu di robek-robek
Oleh si penjagal maut pilot pesawat tempur
Nyawa mu terbang ke langit
Bersama cita-cita mu
Kini langit mencatat cita-cita mu dengan suka cita
Cita-cita mu akan dilajutkan oleh jutaan anak di Palestina dan dunia

Tersenyumlah nak
Dalam keabadian cita-cita mu
Karena syahid adalah cita-cita tertinggi
Dan...kau telah peroleh itu

Nak,,,Aku juga ingin
Memiliki anak-anak yang mendapatkan hadiah syahid seperti mu...
Nak...Salam untuk mu dari anak-anak ayah, Wafa, Fathi, Zahra, Lathifah dan Umar


=== Trijoyo Adi ===


Nasionalisme bukan hanya ada di layar kaca saja. Nasionalisme bukan di atas panggung politik an-sih. Nasionalisme bukan berarti tutup mata pada penderitaan kemanusiaan dibelahan bumi lainnya. Nasionalisme itu ada juga di ujung-ujung gang.

Perayaan ulang tahun kemerdekaan NKRI kali ini ada semangat nasionalisme yang mendunia. Ibu-ibu di ujung gang ini sambangi satu persatu warga. Bahwa perayaan HUT RI saat ini, warga juga mengadakan penggalangan dana untuk aksi kemanusiaan Palestina.

Semakin beragam dan menyentuh sekali. Di luar dan dalam negeri, di seluruh penjuru bumi. Satu persatu nyatakan kepedulian dan cintanya untuk Palestina. Merah putih untuk Palestina, perayaan ulang tahun yang semakin menumbuhkan dua cinta antara negara yang sudah lama terjalin.

Merah putih untuk Palestina, merdeka!

=== Trijoyo Adi ===

Foto: Khairuddin Safri

Cinta memang menyatukan. Cinta itu bisa seberangi lautan dan daki gunung. Cinta itu membuat yang takut menjadi pemberani. Cinta itu ada di sini di dalam jiwa ini (sambil megang dada..hehe)

1001 kisah untuk Gaza. Berjuta cerita untuk Palestina. Tak mesti bicara duka. Kisah roman cinta pun tetap hidup meski berada di bawah tanah. Menambah wangi kisah-kisah lainnya, seperti kisah syahidnya para pejuang Palestina.

Nyanyi dulu yuk, Kasih Putih dari Snada !

Dalam dunia ini
Banyak yang tiada mengerti
Hidup yang kita jalani
Mesti berbagi

Dalam cinta kasih
Kita bersama berdiri
Bergenggaman jemari
Menyatukan hati

Dia berikan
Kepada seluruh manusia
Kasih sayang
Karena kita semua tiada berbeda

Bila kau mau sadari
Cinta kasih tak memilih
Kau dan aku kita semua sama

Bila kau mau berbagi
Apalagi yang dinanti
Kasih putih karunia sejati

Oke..nyanyinya stop dulu.
Lanjut!

Ini bukan sekedar mau di bilang romantis-romantisan. Cari acara nikah yang aneh-aneh. Ini sebuah cinta yang berani. Berani menanggung resiko kematian yang menghadang di depan mata.

Namun bukan berarti tak ada keceriaan, karena kematian begitu dekat. Sepasang kekasih berani menempu segala resiko. Menandakan cinta mereka bukan sekedar di dunia saja, mereka juga ingin bawa sampai akherat.

Ciri pria serius itu ketika mencintai kekasih. Akan bersegera mendatangi calon mertua, agar camer setuju dan sang kekasih segera menikah dengannya. Semakin menunda, semakin tar sok-tar sok, hati-hati wahai perempuan, bisa jadi kekasih mu hanya setengah hati. Hehehe..jangan sampai begitu ya?

Kembali ke kisah pengantin di bawah tanah. Mungkin ada yang bilang mereka nekad. Terserah kalau ada yang mau bilang begitu. Tapi buat yang lagi kasmaran apa pun bisa jadi indah.

Selama dalam menuju bawah tanah dan dalam perjalanan bawah tanah. Ada musik pengantar mereka berdua. Musik yang membawa pada konsekuensi syahid. Ada roket, bom, dan dentuman mortir sebagai alunan penambah nada semangat di jiwa kedua mempelai. Bahwa mereka harus berhasil melewati terowongan bawah tanah.

Barakallah Laka wa Baraka 'Alaika wa Jama'a Bainakuma fil Khair (semoga Allah memberi berkah kepadamu & keberkahan atas pernikahan kamu, & mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan)...aamiin.

Setelah perjalanan panjang yang mendebarkan ini. Aku akan lelap dalam peluk mu, oh kekasih...Kini diri ku untuk mu, diri mu untuk ku...mmmuuuahhhhh! 


=== Trijoyo Adi ===

Foto: ©REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa