Select Menu

Slider

Diberdayakan oleh Blogger.

Berita Haji dan Umroh

Alumni Sahara Kafila

Racing

Video Perjalanan Umroh Sahara Kafila

Menjadi insinyur adalah citanya
Meski masih bocah pohon cita-citanya sudah mulai ia tanam
Banyak sekolah yang hancur
Bahkan sekolah yang didirikan PBB pun hancur
Karena keganasan pasukan israel selalu meluluhlantahkan apa dan siapa saja dihadapannya
Mungkin jika Tuhan ada dihadapannya akan di bom juga, saking ganasnya

Rumah yang hancur
Sekolah yang hancur
Tak membuat cita-citanya ikut hancur
Anak-anak memang milik zamannya
Orang tua dan lingkungan
Membuat kau menjadi tegar nak..

Aku ingin jadi insinyur
Begitulah cita dan asa yang kau tanam
Jauh sebelum kau tumbuh dewasa

Nak...kamu menjadi target serangan brutal
Nak...terkoyak nurani kemanusiaan
Saksikan cita agung mu di robek-robek
Oleh si penjagal maut pilot pesawat tempur
Nyawa mu terbang ke langit
Bersama cita-cita mu
Kini langit mencatat cita-cita mu dengan suka cita
Cita-cita mu akan dilajutkan oleh jutaan anak di Palestina dan dunia

Tersenyumlah nak
Dalam keabadian cita-cita mu
Karena syahid adalah cita-cita tertinggi
Dan...kau telah peroleh itu

Nak,,,Aku juga ingin
Memiliki anak-anak yang mendapatkan hadiah syahid seperti mu...
Nak...Salam untuk mu dari anak-anak ayah, Wafa, Fathi, Zahra, Lathifah dan Umar


=== Trijoyo Adi ===


Nasionalisme bukan hanya ada di layar kaca saja. Nasionalisme bukan di atas panggung politik an-sih. Nasionalisme bukan berarti tutup mata pada penderitaan kemanusiaan dibelahan bumi lainnya. Nasionalisme itu ada juga di ujung-ujung gang.

Perayaan ulang tahun kemerdekaan NKRI kali ini ada semangat nasionalisme yang mendunia. Ibu-ibu di ujung gang ini sambangi satu persatu warga. Bahwa perayaan HUT RI saat ini, warga juga mengadakan penggalangan dana untuk aksi kemanusiaan Palestina.

Semakin beragam dan menyentuh sekali. Di luar dan dalam negeri, di seluruh penjuru bumi. Satu persatu nyatakan kepedulian dan cintanya untuk Palestina. Merah putih untuk Palestina, perayaan ulang tahun yang semakin menumbuhkan dua cinta antara negara yang sudah lama terjalin.

Merah putih untuk Palestina, merdeka!

=== Trijoyo Adi ===

Foto: Khairuddin Safri

Cinta memang menyatukan. Cinta itu bisa seberangi lautan dan daki gunung. Cinta itu membuat yang takut menjadi pemberani. Cinta itu ada di sini di dalam jiwa ini (sambil megang dada..hehe)

1001 kisah untuk Gaza. Berjuta cerita untuk Palestina. Tak mesti bicara duka. Kisah roman cinta pun tetap hidup meski berada di bawah tanah. Menambah wangi kisah-kisah lainnya, seperti kisah syahidnya para pejuang Palestina.

Nyanyi dulu yuk, Kasih Putih dari Snada !

Dalam dunia ini
Banyak yang tiada mengerti
Hidup yang kita jalani
Mesti berbagi

Dalam cinta kasih
Kita bersama berdiri
Bergenggaman jemari
Menyatukan hati

Dia berikan
Kepada seluruh manusia
Kasih sayang
Karena kita semua tiada berbeda

Bila kau mau sadari
Cinta kasih tak memilih
Kau dan aku kita semua sama

Bila kau mau berbagi
Apalagi yang dinanti
Kasih putih karunia sejati

Oke..nyanyinya stop dulu.
Lanjut!

Ini bukan sekedar mau di bilang romantis-romantisan. Cari acara nikah yang aneh-aneh. Ini sebuah cinta yang berani. Berani menanggung resiko kematian yang menghadang di depan mata.

Namun bukan berarti tak ada keceriaan, karena kematian begitu dekat. Sepasang kekasih berani menempu segala resiko. Menandakan cinta mereka bukan sekedar di dunia saja, mereka juga ingin bawa sampai akherat.

Ciri pria serius itu ketika mencintai kekasih. Akan bersegera mendatangi calon mertua, agar camer setuju dan sang kekasih segera menikah dengannya. Semakin menunda, semakin tar sok-tar sok, hati-hati wahai perempuan, bisa jadi kekasih mu hanya setengah hati. Hehehe..jangan sampai begitu ya?

Kembali ke kisah pengantin di bawah tanah. Mungkin ada yang bilang mereka nekad. Terserah kalau ada yang mau bilang begitu. Tapi buat yang lagi kasmaran apa pun bisa jadi indah.

Selama dalam menuju bawah tanah dan dalam perjalanan bawah tanah. Ada musik pengantar mereka berdua. Musik yang membawa pada konsekuensi syahid. Ada roket, bom, dan dentuman mortir sebagai alunan penambah nada semangat di jiwa kedua mempelai. Bahwa mereka harus berhasil melewati terowongan bawah tanah.

Barakallah Laka wa Baraka 'Alaika wa Jama'a Bainakuma fil Khair (semoga Allah memberi berkah kepadamu & keberkahan atas pernikahan kamu, & mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan)...aamiin.

Setelah perjalanan panjang yang mendebarkan ini. Aku akan lelap dalam peluk mu, oh kekasih...Kini diri ku untuk mu, diri mu untuk ku...mmmuuuahhhhh! 


=== Trijoyo Adi ===

Foto: ©REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa


kuucapkan dengan linangan air mata
kukatakan dengan suara parau
kusampaikan bersama isakan halusku

selamat jalan ayah
selamat bertemu Allah Rabb yg selalu kau Agungkan
Selamat bertemu Rasulullah sosok yg selalu kau rindukan
selamat bertemu para syuhada mereka yg selalu kau ceritakan padaku

selamat jalan ayah
sampai bertemu di syurga
sampai bertemu di "rumah" kita
sampai bertemu dengan keluarga kita

selamat jalan ayah
dari anakmu yang akan selalu merindukanmu


=== Joy ===


Mengapa tak mau peduli
Pura buta
Pura tuli
Pura bisu

Apalagi yang harus kuperbuat
Agar kau bisa
Melihat
Mendengar
Bicara

Tak perlu menjadi muslim
Untuk tunjukan kepedulian mu
Cukup tunjukan nurani mu pada kemanusiaan

Bagaimana bila itu terjadi
Pada diri dan bangsa mu?

Jika itu terjadi
Aku tak akan bungkam
Apalagi
Pura buta
Pura tuli
Pura bisu


=== Joy ===

Saat malam dalam keheningan
Ada tangis anak-anak 
Memanggil-manggil
Ayah...ayah...ayah
Ada tangis anak-anak
Memanggil-manggil
Bunda...bunda...bunda

Mendengar tangisan itu
Terbangunlah ayah atau bunda
Dekap erat buah hati
Redakan tangis malam sang putra-putri
Begitulah ayah bunda melewati malam bersama anak-anak di rumah

Teruntuk anak-anak ku di Palestina
Nak...maafkan ayah yang hanya bisa saksikan tangis mu dari kejauhan
Nak...tangismu adalah tangis ayah
Nak...meski kau bukan anak kandung kami
Nak...aku seorang ayah yang bila melihat anak terluka, hati ku pun ikut terluka
Nak...tangis mu ku dengar
Nak...jeritmu ku dengar
Nak...maafkan ayah yang hanya bisa belai mu dalam doa
Nak...maafkan ayah yang tak mampu peluk erat tubuh mu
Nak...melihat mu seperti melihat anak-anak ku sendiri
Nak...ada salam cinta dari anak-anak ayah bunda di sini
Nak...ada salam merdeka dari anak-anak Indonesia

Nak...ingin ayah dekat agar kau bisa menangis dipangkuanku
Menggantikan pangkuan ayah mu yang lebih dulu syahid
Bilakah?

Nak...tidurlah
Malam semakin larut
Percayalah nak, ayah bunda yang telah syahid
Kini berada di tempat terbaiknya

Nak...meski tanpa ayah bunda
Kau tak boleh putus asa
Teruskan perjuangan ayah bunda
Agar Palestina merdeka
Ayah bunda tak mengenal kata kalah
Ayah bunda hanya menanamkan pohon keyakinan didadamu
Bahwa hanya ada hidup mulia atau syahid
Semoga pohon keyakinan itu akarnya kuat menghujam disanubarimu

Nak...wajah-wajah mu
Adalah wajah-wajah kemenangan
Karena kau terlahir di Palestina
Negeri terlahirnya para syuhada
Nak...ayah yakin semua bisa kau lalui
Meski tanpa ayah bunda

Peluk cium hangat penuh cinta kasih untuk anak-anak ku di bumi Palestina

AllahuAkbar

#PrayForGaza


=== Joy ===

Manusia Bawah Tanah
Kematian Datang Dari Atas dan Bawah
Dulu Mereka Anggap Manusia Bawah Tanah Adalah Ilusi
Kini Mimpi di Siang Bolong Hantui Setiap Detik Jam yang Berdetak

Hidup mu Gelisah, Takut dan Ancaman Bayang Kematian Begitu Dekat
Kematian Datang Dari Atas dan Bawah
Kau semakin panik

Manusia Bawah Tanah
Ahli Strategi Perang, dulu Mencibir Manusia Bawah Tanah
Kini Para Pejabat Militer Tak Bisa Lagi Tidur Nyenyak
”Ini membawa kita sedikit ke masa kecil, seperti dongeng dari setan,” Itu Kata Ilmuwan Politik yang Kian Hari Bertambah Gusar

Senjata Canggih mu Tak Banyak Berarti
Kau Hanya Menghilangkan Nyawa Kami
Tapi Kau Tak Bisa Bunuh Semangat Kami
Karena Barisan Tentara mu Adalah Robot Bernyawa yang Tak Punya Hati

Senang Melihat Mati
Setelah Perang Terbirit-birit Cepat Pergi
Kau Bukan Prajurit Sejati
Kau Hanya Banci Berseragam yang Takut Mati

Camkan Ini!
Kau Kalah Sebelum Berperang
Kau Kalah Sebelum Berperang
Kau Kalah Sebelum Berperang
Kau Kalah Sebelum Berperang
Kau Kalah Sebelum Berperang
Kau Kalah Sebelum Berperang
Kau Kalah Sebelum Berperang
Kau Kalah Sebelum Berperang
Kau Kalah Sebelum Berperang
Kau Kalah Sebelum Berperang
Kau Kalah Sebelum Berperang
Kau Kalah Sebelum Berperang

Kini Otak Licik , Mulai Otak Atik
Butuh Waktu Satu Tahun Setiap Harinya
Untuk Hancurkan Manusia Bawah Tanah
Dan Butuh Biaya USD 2 Juta

Kau Sudah Tahu Gerak Manusia Tanah Sejak 2003
Tapi...Sampai Hari Ini, Kau Tak Bisa Menaklukannya
Kau Semakin Panik, Gencatan Senjata Adalah Tanda Kepanikan mu
Gencatan Senjata Bukan Murni Untuk Perdamaian
Namun Strategi dan akal Bulus mu
Menarik Simpati Dunia
Dan Dunia Tidak Bodoh
Karena Hafal dengan Tabiat mu

Amerika Kalah Perang dengan Vietnam
Indonesia Berada di Balik Kegemilangan Kemenangan Itu

Hari ini
Aku, Kau , Kita dan Siapa Saja
Ingin Lihat Palestina Juga Menang
Seperti Vietnam yang Dapat Memukul Balik Amerika
Hingga Pasukan Amerika Pulang dengan Kepala Tertunduk, Kalah...

Indonesia Menjadi Inspirasi Kemenangan Vietnam
Dengan Dada Bergetar
Dan Kedua Tanganku yang Merinding Mengetiknya
Aku Katakan Pada mu Bogie
Indonesia Kembali Akan Menjadi Inspirasi Kemenangan Bagi Palestina

Ingat Bogie
Kematian Datang Dari Atas dan Bawah
Kekalahan Pasukan mu Sudah Semakin Dekat
Manusia Bawah Tanah Terus Bergerilya
Untuk Palestina Merdeka

AllahuAkbar

#Gaza_Menang
#Palestina_Menang

=== Joy ===