Slider
Diberdayakan oleh Blogger.
Arsip Blog
-
▼
2014
(83)
-
▼
September
(12)
- FINAL UPDATE Jadual Pemberangkatan dan Pemulangan ...
- Pelepasan Kloter I Jamaah Calon Haji SOC
- Pemerintah Arab Saudi Larang Jamaah Haji Memasak d...
- Keluarga Besar Bpk.Priyo Budi Santoso (Wakil DPR-RI)
- DR.Ito Sumardi,SH,MH,MBA,Komjen Polisi,Purn
- DR.Letjen (Purn) Nono Sampono (Mantan Komandan Pas...
- KH. DR. Ma'ruf Amin (Ketua MUI Pusat) Beserta Kelu...
- DR. Syamsul Ma'arif (Hakim Agung RI)
- Perjalanan Umroh Jamaah Sahara Kafila 2 Mei 2013
- Perjalanan Umroh Jamaah Sahara Kafila 15 Mei 2013
- Perjalanan Umroh Jamaah Sahara Kafila 3 Juni 2012
- Perjalanan Umroh Jamaah Sahara Kafila 23 April 2013
-
▼
September
(12)
Berita Haji dan Umroh
Alumni Sahara Kafila
Racing
Video Perjalanan Umroh Sahara Kafila
![]() |
| Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman As-Sudais (Today’ Opinion) |
Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman As-Sudais menghimbau umat Islam yang sudah pernah melaksanakan haji dan umrah untuk tidak berangkat ke Mekkah tahun ini. Himbauan ini disebabkan sedang dilaksanakan pembangunan besar-besaran di areal Masjidil Haram. Demikian diberitakan Today’s Opinion, Senin (14/7/2014) kemarin.
As-Sudais mengatakan, “Proyek-proyek pembangunan di Masjidil Haram saat ini adalah proyek yang raksasa dan perluasan yang bersejarah. Seusai proyek ini akan terjadi perubahan dan perbaikan yang sangat besar dalam melayani para jamaah.”
Beliau melanjutkan, “Karena proyek-proyek ini masih terus berjalan, terjadi penyempitan tempat untuk tawaf. Orang-orang yang melaksanakan tawaf sangat berdesakan. Ini akan sangat membahayakan keselamatan dan kenyamanan para jamaah. Oleh karena itu, demi kemaslahatan bersama, untuk sementara jumlah jemaah haji dan umrah harus dikurangi sampai proyek-proyek selesai.”
Pengurangan itu, menurut beliau, hendaknya dilakukan pada para jamaah yang sudah pernah melaksanakan ibadah haji dan umrah. Sebaiknya mereka tidak mengulanginya lagi, untuk memberikan kesempatan kepada saudara-saudaranya yang belum melaksanakan. (msa/dakwatuna)
Berita - Info Umroh dan Haji - Slider
![]() |
| Foto: Dudi Iskandar |
Terluka..
peluru-peluru menembus kulit halus bayi-bayi Palestina
Terluka..
anak-anak kecil bersenjata batu menembus tank
tubuhnya tergolek lemah
tanpa daya
Terluka..
Yahudi berwajah Israel, Israel berwajah Yahudi
melumat Palestina dengan bengis
Terluka..
membuat air mata cinta ini basahi pipi
Terluka..
dalam derai air mata cinta ini ada doa untukmu
Meski terluka
anak-anak itu
di ujung nafasnya yang terakhir
masih sempat dan bangga berkata
" kau hanya hancurkan rumahku
kau tidak bisa hancurkan imanku "
Tangis luka
tangis cinta
tangis duka
larut dalam doa
selamatkan Gaza
merdekakan Palestina
Tangis ini semoga bisa menjadi saksi kecintaan kami di sini
Tangis ini ingin rasakan apa yang sedang kau alami
Walau tak sempurna aku berusaha merasakannya
"Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
Teguhkan barisan pejuang Palestina, turunkan malaikatMu
untuk membantu para mujahidin di Gaza dan seluruh bumi Palestina"
=== Joy ==
Sastra
Palestina selalu penuh cinta untuk Indonesia
Palestina selalu ada alasan untuk berbagi pada Indonesia
Palestina tak pernah lekang di makan zaman cintanya untuk Indonesia
Palestina totalitas mendukung kemerdekaan NKRI
Palestina meski terluka masih bisa berbagi suka, untuk Indonesia.
Palestina tak ingin melihat Indonesia terluka, karenanya Palestina menjadi garda yang kokoh mendukung kedaulatan dan kemerdekaan NKRI
Palestina masih berduka.
Palestina yang mendukung kemerdekaan NKRI, hingga kini belum menjadi bangsa yang merdeka.
Ada apakah?
Sudah ada pembelaan dari merah putih
Namun baru riak pembelaan, belum menjadi gelombang besar untuk kemerdekaan Palestina.
Gelombang besar yang menghantam keangkuhan dan kebiadaban Israel
Indonesia.....ini pesan sang proklamator!
" Selama kemerdekaan bangsa Palestina, belum diserahkan kepada orang-orang Palestina. Maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel."
Meski Soekarno telah tiada
Pesannya masih hidup
Dan api revolusi perlawanannya belum padam
Merdeka!
=== Joy ===
Sastra
Tuhan Maha Tahu apapun yang tersembunyi pada makhluk. Meski di gelap gulita malam, semut hitam berlindung di bebatuan hitam. Allah pasti tahu apa pun yang dilakukan si semut.
Hari ini meski saya tidak bisa hadir menyaksikan langsung aksi kepedulian untuk Palestina. Namun di layar kaca sempat melihat beberapa tokoh memberikan orasi kepedulian.
Tak sekedar orasi dan umbar janji. Ada aksi nyata saat itu juga, dan lagi-lagi bukan sekedar mengutuk kebiadaban Israel. Angka 2M sebuah kepedulian yang patut diapresiasi.
Pak Ical dan Pak Prabowo Subianto memberikan sumbangan untuk saudara-saudara kita di Palestina. Siapa pun orangnya, apa pun agamanya (seperti Rachel Corrie) ketika ia tunjukan rasa solidaritasnya pada Palestina. Maka aku sampaikan jutaan terima kasih pada pejuang-pejuang lintas agama, lintas negara dan lintas parpol. Karena Palestina adalah tragedi kemanusiaan, siapa pun tanpa ada batas teritori, agama dan status sosial lainnya boleh membela Palestina.
Ada yang berani mengatakan."Kalau mau sumbangan, gak usah pamer-pamer". Begitu kata salah seorang kawan.
"Wah jangan politisasi amal donk?" ada yang menambahkan lagi.
"Geleng kepala degh bro, riya itu namanya, gak ikhlas tahu?" penuh nyinyir si kawan berjuar.
"Kalau mau sumbang ke PMI donk, biar netral!" tegas seorang kawan bernada protes dan coba menghalangi keinginan orang untuk berbagi.
Ada yang ingin menjadi Tuhan, dengan mengatakan perbuatan si I atau PS, riya dan tidak ikhlas.
Ukuran ikhlas sangat individual sekali, hanya pelaku dan Tuhan saja yang tahu. Saya tidak ingin memasuki wilayah Tuhan. Hanya Allah saja yang tahu apakah si hamba ikhlas atau tidak, dan Allah menyimpan rapi rahasia itu.
Yang kusaksikan hari ini adalah sebuah kebaikkan, dan yang terpikirkan oleh ku adalah kapan aku bisa menyumbang sebesar itu? Bukan menghakimi perbuatan orang, tapi lebih instrospeksi ke diri sendiri. Apa yang sudah di perbuat untuk Palestina. Jika kamu dan kita sudah memberikan dukungan dalam bentuk apapun. Maka kita sudah berada pada jalur yang sama, yaitu, berlomba dalam kebaikkan.
Selalu saja dan apa pun perbuatan orang. Jika melihatnya dengan mata kebencian. Sebaik dan setulus apa pun yang dikerjakan orang. Tetap saja dan selalu ada celah bagi si pendengki untuk melontarkan sumpah serapahnya.
Orang yang hatinya sudah terpaut erat pada Palestina, biasanya Allah berikan kekuatan dan kemantapan hati, walau harus meregang nyawa, seperti Rachel Corrie.
Ini bukan semata karena saya pilih no.1 saat pilpres kemarin. Jika Jokowi melakukan yang sama seperti #Prabowo dan #Ical. Pasti penaku pun akan kutulis untuknya.
Salam satu jari tambah salam dua jari jadi tiga, Persatuan Indonesia.
Membela Palestina adalah harga mati, siapapun presidennya, Titik.
=== Joy ===
Sastra
PT. SAHARA KAFILA WISATA memberangkatkan 44 pax Jamaah Umrah Awal Ramadhan pada tanggal 2 Juli sampai dengan 10 Juli 2014. Rombongan yang dipimpin oleh Ustadz Achmad Al Wasim dari Pesantren Kafila International Islamic School ini berasal dari beberapa daerah perwakilan diantaranya Perwakilan Jogjakarta, Sumbawa, Bandung, Semarang dan Jakarta.
Acara pelepasan yang bertempat di Terminal 2 pintu 3 Soekarno-Hatta International Airport, dihadiri oleh Direktur Utama PT. SAHARA KAFILA WISATA ibu Hj. Widiya Putri Ika Mas’ud beserta Crew petugas handling bandara. Upacara pelepasan yang berlangsung sekitar 15 menit ditutup dengan do’a oleh Ustadz Achmad Al Wasim, setelah itu para Jamaah Umrah langsung masuk ke Imigrasi menuju ruang tunggu Pesawat Saudi Arabia Airlines yang akan take off pada jam 13.05 WIB. Semoga para Jamaah mendapat Umrah Maqbullah Amiin. (Rully)
Sahara Kafila
MADINAH–Bulan ramadhan menjadi magnet umat islam untuk datang berziarah maupun ibadah ke kota suci Madinah, banyak orang mengunjungi situs bersejarah di kota itu, termasuk situs tempat kala terjadi perang Uhud pada masa Nabi Muhammad (saw) 625 (3 H).
Ribuan orang mengunjungi bukit Uhud, banyak penduduk lokal mengambil kesempatan untuk mendirikan kios-kios untuk menjual cinderamata, parfum, manik-manik, herbal, buku, Alquran, kalender, minuman ringan dan es krim.
Nurul Haq Siraj, seorang jamaah Umrah asal Pakistan, mengatakan ia membeli beberapa rempah-rempah dan rosario. “Sungguh menakjubkan cara mereka mengemas barang di sini, belum lagi keragaman barang yang dijual,” katanya.
Khaled Ibrahim, seorang peziarah Umrah dari Mesir, bergegas mengunjungi kios-kios usai berziarah ke makam para sahabat Nabi yang menjadi shuhada dalam perang Uhud. “Saya membeli beberapa pernik bebatuan. Saya juga berfoto di tempat itu. Foto ini akan mengingatkan saya bahwa saya pernah berkunjung ke tempat ini dan diharapkan akan mengingatkan saya tentang ziarah saya ketika saya kembali di masa mendatang, “katanya.
Di satu sisi berdiri tegak gunung Uhud yang dahulu menjadi medan perang, sementara di sisi lain berdiri sebuah bukit yang berbatu-batu, disitulah sekelompok fotografer mengambil gambar para peziarah.
“Banyak peziarah yang ingin memiliki foto mereka diambil di sini untuk mengingatkan mereka dari tempat ini. bukit ini terkenal dan memiliki banyak makna sejarah, “kata Khaled Al-Matarfi.
“Kami memasang tarif untuk satu foto SR 10 dan SR 15 untuk dua foto. Meskipun kamera ponsel telah mengakibatkan penurunan bisnis kami, namun kami masih bisa mendapatkan antara SR 300 sampai SR 200 sehari, “katanya.
Perang Uhud adalah pertempuran kedua antara orang-orang kafir dari Makkah dan Muslim dari Madinah, dimana sebelumnya telah didahului Perang Badar (624 M / 2 H) di mana pasukan Muslim yang jumlahnya jauh lebih kecil dapat mengalahkan pasukan Mekah yang jauh lebih besar.
Selama Pertempuran Uhud, Nabi Muhammad (SAW) bersama 50 pemanah dan Abdullah bin Jubair berada di bukit Gunung Uhud untuk memastikan musuh tidak menyerang kaum Muslim dari belakang.
Nabi memerintahkan agar 50 orang ini menjaga kaum muslim dan mencegah musuh melewati celah gunung, dan tidak meninggalkan tempat ini dalam situasi kalah atau menang.
Selama pertempuran, setiap kali musuh mencoba menyerang dari belakang, para pemanah dapat memukul mundur. Musuh membuat strategi baru dengan membuang senjata mereka di satu tempat dan mereka mundur dari pertempuran. Saat itulah para pasukan elite terpancing dan turun untuk mengumpulkan barang rampasan perang.
Namun, pada saat yang sama kavaleri musuh yang dipimpin oleh Khaled bin Walid, yang pada waktu itu belum bisa menerima Islam, menyerang kaum Muslim dari belakang datang dari balik bukit itu.
Kala itu merupakan kemunduran besar bagi umat Islam Madinah, perang yang mengakibatkan banyak pengorbanan sahabat terkemuka Nabi, termasuk paman Nabi yaitu Hamzah dan Abdullah bin Jubair. Arabnews/Slamet Riyanto
- See more at: http://www.jurnalhaji.com/wijhat/tempat-bersejarah/uhud-magnet-bagi-jamaah-umrah-saat-ramadhan/#sthash.gqeaaIJD.dpuf
Ribuan orang mengunjungi bukit Uhud, banyak penduduk lokal mengambil kesempatan untuk mendirikan kios-kios untuk menjual cinderamata, parfum, manik-manik, herbal, buku, Alquran, kalender, minuman ringan dan es krim.
Nurul Haq Siraj, seorang jamaah Umrah asal Pakistan, mengatakan ia membeli beberapa rempah-rempah dan rosario. “Sungguh menakjubkan cara mereka mengemas barang di sini, belum lagi keragaman barang yang dijual,” katanya.
Khaled Ibrahim, seorang peziarah Umrah dari Mesir, bergegas mengunjungi kios-kios usai berziarah ke makam para sahabat Nabi yang menjadi shuhada dalam perang Uhud. “Saya membeli beberapa pernik bebatuan. Saya juga berfoto di tempat itu. Foto ini akan mengingatkan saya bahwa saya pernah berkunjung ke tempat ini dan diharapkan akan mengingatkan saya tentang ziarah saya ketika saya kembali di masa mendatang, “katanya.
Di satu sisi berdiri tegak gunung Uhud yang dahulu menjadi medan perang, sementara di sisi lain berdiri sebuah bukit yang berbatu-batu, disitulah sekelompok fotografer mengambil gambar para peziarah.
“Banyak peziarah yang ingin memiliki foto mereka diambil di sini untuk mengingatkan mereka dari tempat ini. bukit ini terkenal dan memiliki banyak makna sejarah, “kata Khaled Al-Matarfi.
“Kami memasang tarif untuk satu foto SR 10 dan SR 15 untuk dua foto. Meskipun kamera ponsel telah mengakibatkan penurunan bisnis kami, namun kami masih bisa mendapatkan antara SR 300 sampai SR 200 sehari, “katanya.
Perang Uhud adalah pertempuran kedua antara orang-orang kafir dari Makkah dan Muslim dari Madinah, dimana sebelumnya telah didahului Perang Badar (624 M / 2 H) di mana pasukan Muslim yang jumlahnya jauh lebih kecil dapat mengalahkan pasukan Mekah yang jauh lebih besar.
Selama Pertempuran Uhud, Nabi Muhammad (SAW) bersama 50 pemanah dan Abdullah bin Jubair berada di bukit Gunung Uhud untuk memastikan musuh tidak menyerang kaum Muslim dari belakang.
Nabi memerintahkan agar 50 orang ini menjaga kaum muslim dan mencegah musuh melewati celah gunung, dan tidak meninggalkan tempat ini dalam situasi kalah atau menang.
Selama pertempuran, setiap kali musuh mencoba menyerang dari belakang, para pemanah dapat memukul mundur. Musuh membuat strategi baru dengan membuang senjata mereka di satu tempat dan mereka mundur dari pertempuran. Saat itulah para pasukan elite terpancing dan turun untuk mengumpulkan barang rampasan perang.
Namun, pada saat yang sama kavaleri musuh yang dipimpin oleh Khaled bin Walid, yang pada waktu itu belum bisa menerima Islam, menyerang kaum Muslim dari belakang datang dari balik bukit itu.
Kala itu merupakan kemunduran besar bagi umat Islam Madinah, perang yang mengakibatkan banyak pengorbanan sahabat terkemuka Nabi, termasuk paman Nabi yaitu Hamzah dan Abdullah bin Jubair. Arabnews/Slamet Riyanto
- See more at: http://www.jurnalhaji.com/wijhat/tempat-bersejarah/uhud-magnet-bagi-jamaah-umrah-saat-ramadhan/#sthash.gqeaaIJD.dpuf
Tempat Bersejarah - ver
![]() |
Cover buku “Assalamualaikum Beijing!” |
Penulis: Asma Nadia
Penerbit: Noura Books
Cetakan: Pertama, Oktober 2013
Tebal: x + 344 halaman
ISBN: 978-602-1606-15-5
Perjuangan Hidup Gadis Penderita APS
dakwatuna.com – Asma adalah gadis enerjik yang periang sebelum serangan stroke melumpuhkannya. Tapi ternyata, itu baru awal, karena setelahnya dia mengalami serangan jantung dan pingsan berkali-kali. Hingga kemudian diketahui dari hasil pemeriksaan darah bahwa Asma menderita APS—Antiphospholipid Syndrome atau sindrom pengentalan darah. Sederhananya, APS adalah penyakit autoimun yang terjadi karena darah terlalu cepat mengental. Jika darah mengental di ginjal, yang terjadi adalah penderita APS akan terkena penyakit ginjal. Jika pengentalan darah terjadi di mata, mata akan mengalami gangguan penglihatan sampai kebutaan. Asma sendiri mengidap APS Primer, artinya sindrom tersebut akan selamanya berada dalam tubuh (hal. 162-163).
Penyebab APS memang belum bisa diketahui secara pasti. Bisa karena faktor genetik, merokok, mobilitas tinggi, seperti perjalanan panjang dengan pesawat lebih dari enam jam, dehidrasi, dan pil KB (hal. 184).
Sejak saat itulah, hidup Asma seolah jungkir-balik. Dia terpaksa keluar dari pekerjaannya sebagai reporter dan harus lebih sering berbaring istirahat sambil rutin meminum dan disuntik obat pengencer darah. Hubungan cintanya kandas, karena sang pacar justru menikahi gadis lain. Sementara itu, orang yang melimpahinya dengan curahan kasih dan perhatian hanyalah Mama dan Sekar, sahabatnya.
Kehadiran dua orang itu menambah kuat ketahanan diri Asma. Kesadaran betapa semakin kaburnya jarak yang tercipta antara dia dan kematian, memacu semangat gadis itu. Dia semakin gila membaca dan rajin menulis. Asma tidak melawan penyakitnya itu, tapi justru menikmatinya dengan cara memberikan semangat dan membangun persahabatan dengan sesama penderita APS. Dia rajin mengirim catatan doa-doa untuk diamalkan pasien-pasien penderita APS, karena menurutnya, “Doa selalu menenangkan dan memberikan harapan.” (hal. 244).
Hingga suatu ketika, Asma mendapat kunjungan dari Zhongwen, pemuda Tionghoa yang dikenalnya saat meliput berita di Beijing. Pemuda itu mengaku sangat terkesan dan banyak belajar dari kepribadian Asma selama pertemuan mereka di Beijing yang dilanjutkan komunikasi via internet. Dia bahkan memperoleh pencerahan agama setelah banyak berdiskusi dengan Asma. Kunjungan pemuda itu ke Jakarta adalah untuk melamar Asma menjadi istrinya, meski akhirnya dia tahu kalau Asma menderita APS (hal 301).
Tepat setelah ijab kabul pernikahan, Asma justru kembali terkena serangan stroke yang selanjutnya membuat dia kehilangan banyak memori dan sukar bicara. Tapi Zhongwen tidak berpaling. Dia tetap menemani Asma, menyemangati, dan mendoakannya. Setelah keadaan Asma membaik, mereka bahkan dapat berbulan madu ke Beijing, melakukan napak tilas pertemuan mereka dulu (hal. 326).
Pada akhirnya, novel ini dapat dijadikan penyemangat dan wujud empati bagi saudara-saudara yang berjuang dengan APS, maupun sindrom atau penyakit lainnya.
Sumber : http://www.dakwatuna.com/2014/05/14/51212/assalamualaikum-beijing/
Resensi Buku
Langganan:
Postingan (Atom)













Recent Comments