Slider
Diberdayakan oleh Blogger.
Arsip Blog
-
▼
2014
(83)
-
▼
September
(12)
- FINAL UPDATE Jadual Pemberangkatan dan Pemulangan ...
- Pelepasan Kloter I Jamaah Calon Haji SOC
- Pemerintah Arab Saudi Larang Jamaah Haji Memasak d...
- Keluarga Besar Bpk.Priyo Budi Santoso (Wakil DPR-RI)
- DR.Ito Sumardi,SH,MH,MBA,Komjen Polisi,Purn
- DR.Letjen (Purn) Nono Sampono (Mantan Komandan Pas...
- KH. DR. Ma'ruf Amin (Ketua MUI Pusat) Beserta Kelu...
- DR. Syamsul Ma'arif (Hakim Agung RI)
- Perjalanan Umroh Jamaah Sahara Kafila 2 Mei 2013
- Perjalanan Umroh Jamaah Sahara Kafila 15 Mei 2013
- Perjalanan Umroh Jamaah Sahara Kafila 3 Juni 2012
- Perjalanan Umroh Jamaah Sahara Kafila 23 April 2013
-
▼
September
(12)
Berita Haji dan Umroh
Alumni Sahara Kafila
Racing
Video Perjalanan Umroh Sahara Kafila
Dua jemaah calon haji dari Banjarmasih berusia lebih dari seabad yaki 101 dan 104 tahun. Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Selatan Muhammad Tambrin menginformasikan di antara ribuan calon haji daerah itu pada 2014 diwarnai kesertaan dua lansia berumur lebih seabad, bahkan seorang di antaranya sudah 104 tahun.
“Calon haji (calhaj) asal daerah kita tahun 2014 ada dua orang yang berusia di atas 100 tahun, yaitu 101 dan 104, masing-masing atas nama Ngadi Suparto Aserap dan Jumri Jabar Daim,” ungkap Tambrin di Banjarmasin, Jumat (15/8/2014) sebagaimana ditulis Kantor Berita Antara.
“Kedua warga yang sudah berusia lebih dari seabad itu berasal dari Kabupaten Tanan Laut (Tala), salah satu daerah penerima transmigrasi di Kalsel sejak tahun 1950 yang ketika itu dikenal dengan transmigrans spontan,” lanjutnya.
Dia menerangkan sesuai kur’ah atau pencabutan undian keberangkatan calhaj di Hotel Mercure Banjarmasin 12 Agustus lalu yang dihadiri semua Kemenag kabupaten/kota se-Kalsel, jadwal keberangkatan dari Tala pada kloter 13.
Calhaj asal Bumi Tungtung Pandang Tala sebanyak 134 orang akan bergabung dengan Kota Banjarmasin 16 orang dan dari Kalimantan Tengah (Kalteng) 120 orang.
“Kedua lansia dari Bumi Tuntung Pandang itu akan tergabung pada kloter 13 tersebut. Dikabarkan, kedua orang lanjut usia (lansia) itu sampai belakangan ini tetap siap berangkat,” ucapnya.
Tambrin menambahkan kedua calhaj Kalsel yang sudah renta tersebut masuk lewat jalur khusus lansia yang tahun ini diberi kuota nasional untuk lansia di Kalsel sebanyak 15 orang. “Terdata, lansia termuda yang berangkat tahun ini berumur 88 tahun,” katanya.
Sebagaimana diketahui, kuota keberangkatan Calhaj Kalsel melalui Embarkasi Banjarmasin atau Bandara Syamsuddin Noor di Banjarbaru sebanyak 5.050 orang, yang tergabung dalam 10 kloter, plus tiga kloter asal Kalteng.
Jadwal keberangkatan kloter Calhaj Kalsel dimulai 18 September 2014, yaitu kloter pertama dari Kabupaten Tabalong sebanyak 320 orang, kedua Banjarmasin dan kloter ketiga asal Kabupaten Banjar. (Solopos)
Berita - Info Umroh dan Haji - Slider
Kebersihan diri dan lingkungan merupakan salah satu yang harus diperhatikan jamaah haji selama menunaikan ibadah haji. Apalagi saat ini ada dua penyakit yakni MERS-CoV dan Ebola, yang menjadi perhatian dunia dan perlu diwapadai dan diantisipasi oleh para jamaah haji.
Dengan melakukan kebersihan diri dan lingkungan para jamaah haji khususnya dari Indonesia bisa mencegah dari paparan berbagai penyakit yang lebih banyak disebabkan oleh virus, dan kuman yang terkait dengan kebersihan dan lingkungan.
Menurut Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Geriatri RSUP Dr Sardjito dr Probosuseno, SpPD-KGer, FINASIM ada berbagai hal terkait dengan kebersihan diri dan lingkungan selama menunaikan ibadah haji yakni:
Dengan melakukan kebersihan diri dan lingkungan para jamaah haji khususnya dari Indonesia bisa mencegah dari paparan berbagai penyakit yang lebih banyak disebabkan oleh virus, dan kuman yang terkait dengan kebersihan dan lingkungan.
Menurut Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Geriatri RSUP Dr Sardjito dr Probosuseno, SpPD-KGer, FINASIM ada berbagai hal terkait dengan kebersihan diri dan lingkungan selama menunaikan ibadah haji yakni:
1. Cuci tangan sebelum makan merupakan hal yang penting. Karena tanpa sadar tangan seringkali menjelajah ke mana saja seperti wajah, kaki, ketiak, kadang pantat, mata dan mulut dan lain-lain.
2. Mandi memakai sabun, tetapi untuk bagian kulit tangan dan kaki yang sering terpapar udara luar jangan disabun (terlebih sabun yang keras), karena lapisan minyak yang ada di dalam tubuh dibutuhkan sebagai pelindung. Sehingga tidak mudah gata-gatal dan pecah-pecah yang kadang sampai mengeluarkan darah.
3. Sikat gigi usai makan dan akan tidur.
4. Mengatur tempat istirahat dengan rapi indah meski cukup padat (berjejal), termasuk membuat kesepakatan dengan seluruh penghuni kamar sampai di mana batas daerah suci/bersih sandal atau sepatu boleh masuk. Sehingga bila sudah jelas area bersih dan tidak, para jamaah haji bisa duduk atau tiduran dengan santai dan mantap.
5. Jika bersin atau batuk jangan menghadap ke arah orang lain. Pada saat bersin harus ditutup dengan tisu atau sapu tangan atau ke arah lengan baju sendiri sambil menutup area muklut-hidung. Jika akan membuang ingus sebaiknya satu lobang hidung bergantian, jangan keduanya bersama untuk kesehatan hidung dan telinga, karena ada hubungan antara hidung dengan telinga tengah.
6. Cuci sajadah atau sorban yang sering digunakan sebagai alas sholat atau alas duduk. Cermati bagian yang atas atau bawah yag menempel pada tubuh, agar kulit tidak kontak dengan bagian sajadah atau sorban yang kadang dipakai sebagai alas atau sajadah.
7. Membawa tempat alas kaki (sandal atau sepatu) disaat beribadah di masjid (agar jika pulang bisa langsung tanpa harus kembali ke temoat menaruh alas kaki), jangan dititipkan teman/istri.
''Dari beberapa kejadian yang kami temui ada dua jamaah haji yang kakinya yang satu melepuh dan satunya membusuk. Karena usai thowaf umroh dan sa’i siang hari kedua jamaah haji tersebut terpisah dengan istrinya yang dititipi sandal.
Akhirnya kedua laki-laki tersebut berjalan dengan kaki tanpa alas kaki dan akhirnya luka yang sulit sembuh, karena punya sakit kencing manis (red. diabetes mellitus),''ungkap dr Probo, sapaan akrab Probosuseno. (Republika)
Berita - Info Umroh dan Haji - Slider
Jelang sepekan masa pelunasan tahap empat Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) reguler 1435 H, tersisa 417 calon jamaah haji (calhaj) yang belum melakukan pelunasan.
"Itu artinya jumlah jamaah yang sudah melunasi telah mencapai 99,73 persen," kata Kasubdit Pendaftaran Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), Nur Arifin, kepada ROL di Jakarta.
Disebutkannya, jumlah calhaj yang melunasi per tanggal 15 Agustus 2014 berjumlah 153.639 untuk jamaah dan 1.144 untuk petugas. Jadi yang telah melunasi, kata dia, berjumlah 154.783 dari total kuota 155.200 orang. "Besaran kurs pada hari ini Rp 11.75," lanjutnya.
Dikatakannya, batas akhir pelunasan BPIH tahap empat adalah pada 22 Agustus 2014. Jika mereka yang belum melunasi tidak mampu melakukannya hingga batas waktu yang ditetapkan, Arifin mengatakan, akan digantikan dengan jamaah lain sesuai urutan yang ada di bawahnya.
Arifin optimistis persiapan pemberangkatan jamaah ke Tanah Suci akan berjalan baik, termasuk di bagian pendaftaran haji. Dengan sistem yang transparan, kata dia, masyarakat calon peserta haji akan mulai dilatih agar hidup tertib sesuai aturan.
"Agar penyelenggaraan haji bisa dilaksanakan secara adil, profesional, dan akuntable," katanya. (Republika)
Berita - Info Umroh dan Haji - Slider
Jamaah diimbau tetap waspada.
Epidemi MERS atau Flu Arab yang tengah melanda wilayah Arab Saudi tak membuat penyelenggaraan umrah tersendat. Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (KESTHURI) Asrul Aziz Taba menjelaskan, MERS tidak memengaruhi pelaksanaan umrah bagi para jamaah di Tanah Air.
Umrah lancar, baik sebelum wabah itu menyebar atau saat informasi MERS itu tengah ramai diperbincangkan di Tanah Air. “Umrah tetap berjalan baik,” ujarnya Senin pekan lalu, usai tiba di Tanah Air selepas menyelenggarakan umrah bersama KESTHURI Bersyukur.
Penyelenggara Umrah mengapresiasi sikap pencegahan dini pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Agama (Kemenag) terhadap mewabahnya Middle East Respiratory Syndrom (MERS) di Arab Saudi.
Pihak asosiasi umrah yang terdiri dari para biro travel umrah mengaku penyelenggaraan umrah tidak terganggu dengan peringatan dini yang disampaikan pemerintah tersebut.
Asrul mengungkapkan, walaupun pemberitaan terkait MERS luar biasa namun kenyataannya minat berumrah warga Indonesia tetap tinggi. Bahkan, memasuki Rajab dan sebelum Ramadhan, sering kali terjadi lonjakan jumlah jamaah umrah.
Ini terlihat dengan suksesnya asosiasi yang ia pimpin memberangkatkan 500 jamaah umrah yang tergabung dari sembilan travel dalam satu agenda umrah bersama KESTHURI Bersyukur. Seluruh peserta umrah dalam kondisi sehat walafiat.
Menurut dia, umrah bersama KESTHURI Bersyukur itu menjadi salah satu indikator menunjukkan bahwa kekhawatiran MERS tersebut tidak menurunkan minat umrah jamaah Indonesia.
Namun demikian, ia menegaskan kewajiban bagi penyelenggara umrah untuk memberikan pemahaman pencegahan dan hidup sehat kepada jamaah selama di Tanah Suci.
Minimal, ia memastikan kepada pihak penyelenggara umrah agar menyiagakan dokter medis bersama rombongan jamaah. Karena hal itu, merupakan langkah antisipatif menghandiri virus MERS.
Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Baluki Ahmad, dalam keterangan persnya bersama Direktorat Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, menyampaikan, masyarakat atau jamaah yang akan berangkat umrah tidak perlu terlalu panik.(Republika.co.id)
Berita - Info Umroh dan Haji - Slider - ver
![]() |
| Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman As-Sudais (Today’ Opinion) |
Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman As-Sudais menghimbau umat Islam yang sudah pernah melaksanakan haji dan umrah untuk tidak berangkat ke Mekkah tahun ini. Himbauan ini disebabkan sedang dilaksanakan pembangunan besar-besaran di areal Masjidil Haram. Demikian diberitakan Today’s Opinion, Senin (14/7/2014) kemarin.
As-Sudais mengatakan, “Proyek-proyek pembangunan di Masjidil Haram saat ini adalah proyek yang raksasa dan perluasan yang bersejarah. Seusai proyek ini akan terjadi perubahan dan perbaikan yang sangat besar dalam melayani para jamaah.”
Beliau melanjutkan, “Karena proyek-proyek ini masih terus berjalan, terjadi penyempitan tempat untuk tawaf. Orang-orang yang melaksanakan tawaf sangat berdesakan. Ini akan sangat membahayakan keselamatan dan kenyamanan para jamaah. Oleh karena itu, demi kemaslahatan bersama, untuk sementara jumlah jemaah haji dan umrah harus dikurangi sampai proyek-proyek selesai.”
Pengurangan itu, menurut beliau, hendaknya dilakukan pada para jamaah yang sudah pernah melaksanakan ibadah haji dan umrah. Sebaiknya mereka tidak mengulanginya lagi, untuk memberikan kesempatan kepada saudara-saudaranya yang belum melaksanakan. (msa/dakwatuna)
Berita - Info Umroh dan Haji - Slider
![]() |
| Foto : Republika.co.id |
Jakarta (Sinhat)--Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag, Anggito Abimanyu menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada kasus Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) yang terjadi di Indonesia. "Jadi tidak ada pemberhentian visa dari Dubes Arab Saudi terkait virus MERS-Cov," tegas Anggito kepada pers di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa (6/5).
Penegasan itu menanggapi pernyataan dari World Health Organization (WHO) bahwa MERS-Cov merupakan situasi serius dan perlu perhatian besar, tapi belum terjadi darurat kesehatan masyarakat. Namun, kata Anggito, WHO tidak menganjurkan penerapan restriksi perjalanan, dan masih dalam status travel advise.
Terkait virus MERS-Cov, Anggito sudah melakukan rapat konsultasi dengan pemerintah dengan asosiasi penyelenggara haji dan umrah, dan mesosialisasikan kepada masyarakat calon jamaah umrah dan haji khusus.
Lebih lanjut Anggito mengatakan, bahwa potensi virus MERS-Cov bisa terjadi, dan jumlah jemaah yang akan menjalankan umrah ke tanah suci terus mengalami peningkatan hingga mencapai 150 ribu perbulan. Karenanya, pihaknya mengantisipasi virus MERS-Cov dengan menyarankan untuk tidak memberangkatkan jemaah umrah yang berusia lebih dari 65 tahun. “Tidak memberangkatkan jemaah yang memiliki riwayat penyakit kronis, seperti jantung, ginjal, saluran pernafasan dan diabetes,” ungkapnya.
Selain itu, para penyelenggara umrah juga disarankan untuk tidak memberangkatkan jemaah dengan defisiensi kekebalan tubuh, wanita hamil dan anak-anak di bawah umur 12 tahun. “Jadi langkah antisipasinya ada 4 kriteria tersebut,” ujarnya.
Antisipasi terhadap virus MERS-Cov lainnya, kata Anggito, agar jemaah umrah dan haji menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, istirahat yang cukup, jangan merokok, rajin mencuci tangan dengan sabun, senantiasa menggunakan masker, bila batuk agar menutup mulut dengan tisu atau lengan. “Kalau ada infeksi saluran pernafasan agar segera berobat ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada jemaah untuk tidak mengunjungi peternakan dan tempat-tempat pemotongan hewan, dan menghindari kontak langsung dengan fasilitas kesehatan yang sudah terkena kasus virus MERS-Cov. “Jadi kewaspadaan dan hati-hati yang harus di utamakan jemaah,” tegasnya
Pentingnya antisipasi virus MERS-Cov tersebut, Anggito juga mengimbau kepada Asosiasi penyelenggara ibadah umrah dan PIHK agar meningkatkan sosialisasi penyebaran virus MERS-Cov kepada anggota, dan calon jemaahnya. “Terpenting jangan sampai menimbulkan kepanikan kepada jamaah,” pungkasnya. (hud/haji.kemenag.go.id)
Penegasan itu menanggapi pernyataan dari World Health Organization (WHO) bahwa MERS-Cov merupakan situasi serius dan perlu perhatian besar, tapi belum terjadi darurat kesehatan masyarakat. Namun, kata Anggito, WHO tidak menganjurkan penerapan restriksi perjalanan, dan masih dalam status travel advise.
Terkait virus MERS-Cov, Anggito sudah melakukan rapat konsultasi dengan pemerintah dengan asosiasi penyelenggara haji dan umrah, dan mesosialisasikan kepada masyarakat calon jamaah umrah dan haji khusus.
Lebih lanjut Anggito mengatakan, bahwa potensi virus MERS-Cov bisa terjadi, dan jumlah jemaah yang akan menjalankan umrah ke tanah suci terus mengalami peningkatan hingga mencapai 150 ribu perbulan. Karenanya, pihaknya mengantisipasi virus MERS-Cov dengan menyarankan untuk tidak memberangkatkan jemaah umrah yang berusia lebih dari 65 tahun. “Tidak memberangkatkan jemaah yang memiliki riwayat penyakit kronis, seperti jantung, ginjal, saluran pernafasan dan diabetes,” ungkapnya.
Selain itu, para penyelenggara umrah juga disarankan untuk tidak memberangkatkan jemaah dengan defisiensi kekebalan tubuh, wanita hamil dan anak-anak di bawah umur 12 tahun. “Jadi langkah antisipasinya ada 4 kriteria tersebut,” ujarnya.
Antisipasi terhadap virus MERS-Cov lainnya, kata Anggito, agar jemaah umrah dan haji menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, istirahat yang cukup, jangan merokok, rajin mencuci tangan dengan sabun, senantiasa menggunakan masker, bila batuk agar menutup mulut dengan tisu atau lengan. “Kalau ada infeksi saluran pernafasan agar segera berobat ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada jemaah untuk tidak mengunjungi peternakan dan tempat-tempat pemotongan hewan, dan menghindari kontak langsung dengan fasilitas kesehatan yang sudah terkena kasus virus MERS-Cov. “Jadi kewaspadaan dan hati-hati yang harus di utamakan jemaah,” tegasnya
Pentingnya antisipasi virus MERS-Cov tersebut, Anggito juga mengimbau kepada Asosiasi penyelenggara ibadah umrah dan PIHK agar meningkatkan sosialisasi penyebaran virus MERS-Cov kepada anggota, dan calon jemaahnya. “Terpenting jangan sampai menimbulkan kepanikan kepada jamaah,” pungkasnya. (hud/haji.kemenag.go.id)
Berita - Info Umroh dan Haji - Slider - ver
Jakarta (Sinhat)--Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan tidak ada penderita Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) di Indonesia. Kasus yang terjadi di Medan baru sebatas suspect flu Arab dan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil negatif.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Pusat Kesehatan Haji dari Kementerian Kesehatan, Dr. dr. Fidiansjah, SpKJ, MPH, seusai rapat konsultasi dengan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Anggito Abimanyu, dan empat pimpinan Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah, Selasa (6/5).
Menurut Fidiansjah, syarat suspect biasanya memenuhi dua kriteria yaitu seseorang menderita gejalanya dan baru berkunjung ke negara tempat penyakit tersebut. "Namun suspect belum tentu penderita dan pasien di Medan hasil tes laboratoriumnya negatif," ungkapnya.
Hemat dia, virus juga mengalami mutasi dan terjangkit di lokasi berbeda-beda. Sebelumnya pernah ada flu Hong Kong, dan sekarang di Timur Tengah. "Ini terkait lokasi, jadi mohon tidak dikaitkan dengan hal-hal lain," tegasnya.
Fidiansjah menambahkan bahwa vaksin flu Arab memang belum ditemukan. Bahkan flu burung dengan tingkat kematian pasien 80 persen saja masih belum ditemukan vaksinnya.
Sedangkan proses penularannya pun masih diduga-duga, belum dipastikan apakah dari unta ke manusia atau antar manusia. Lagi-lagi, kata Fidiansjah, pencegahan tetap yang terbaik, termasuk tidak mendekati orang yang terpapar penyakit dan menghindari peternakan unta atau pemotongan hewan.
Ia mengaku optimis dengan langkah antisipatif pemerintah ditambah punya pengalaman dengan flu burung, maka bisa dikatakan kita lebih siap. "Kita tidak bermaksud takabur, kita tetap waspada, namun, jangan membuat panik," tandasnya.
Untuk jemaah umrah dan haji ia menghimbau menjaga perilaku sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan tidak makan secara sembarang. Ia menyarankan untuk menjaga stamina jemaah perlu mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi atau multivitamin. Menurutnya virus tidak akan menyerang orang yang daya tahan tubuhnya kuat. (so/haji.kemenag.go.id)
Untuk jemaah umrah dan haji ia menghimbau menjaga perilaku sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan tidak makan secara sembarang. Ia menyarankan untuk menjaga stamina jemaah perlu mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi atau multivitamin. Menurutnya virus tidak akan menyerang orang yang daya tahan tubuhnya kuat. (so/haji.kemenag.go.id)
Berita - Info Umroh dan Haji - Slider - ver
Air Zam zam diyakini bisa mencegah dan menyembuhkan berbagai macam penyakit, tidak terkecuali virus corona. "Air ini berkhasiat," jelas Ketua Pelaksana Majlis Azzikra, Ustaz Abdul Syukur Yusuf, saat dihubungi, Rabu (7/5).
Dia mengutip sebuah hadis Rasulullah riwayat Imam Ahmad dari Jabir bin Abdullah. Inti dari hadis itu, pertama, khasiat air ini bergantung dari niat yang tersimpan dalam hati peminumnya. "Ini bisa menjadi syifaan likulli daain wa saqamin (penyembuh segala penyakit, - red)" jelasnya mengutip petikan hadis itu.
Ustaz Syukur yang baru saja kembali dari tanah suci belum lama ini menceritakan, kekuatan air zam zam menguatkan keyakinan setiap Umat Islam yang sedang melaksanakan haji dan umrah disana. Di saat pemberitaan mengenai virus Corona menyebar kemana-mana.
Bahkan menjadi isu internasional, Umat Islam Indonesia yang sedang beribadah umroh tenang-tenang saja. Mereka tetap menjalankan ibadah dengan khusyu', tanpa terpengaruh pemberitaan itu. "Kekhusyuan seperti itu menghilangkan rasa takut," jelasnya.
Dia menerangkan kondisi psikologis ketika beribadah seperti itu membuat segala hal yang lahir terfokus kepada yang batin. Bahkan bisa jadi, kondisi lahir akan semakin kuat, karena ibadah seperti ini menumbuhkan kekuatan batin yang kuat. Rasa percaya diri dan kesehatan bahkan bisa semakin baik. (rol/ds)
Berita - Info Umroh dan Haji - Slider - ver
Mewabahnya virus corona (middle east respiratory syndrome corona virus/MERS-CoV) di Arab Saudi membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), menerapkan kebijakan mengharuskan jamaah umroh asal Surabaya harus menjalani dua vaksinasi.
Kepala Dinkes Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, virus MERS-CoV belum memasuki Surabaya. Namun demikian, pihaknya melakukan berbagai upaya pencegahan dan antisipasi. Mulai dari memberikan surat edaran untuk rukun tetangga (RT)/ rukun warga (RW) hingga ke travel biro penyelenggara haji di Surabaya untuk waspada virus MERS.
Dalam surat edaran itu ditulis cara yang paling ampuh untuk mengantisipasi virus MERS yaitu menjaga daya tahan tubuh. Ini karena daya tahan tubuh yang kuat merupakan satu-satunya cara yang mencegah virus MERS. “Para jamaah umroh di Surabaya juga harus minum vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” ujarnya kepadaRepublika Online (ROL), Kamis (1/5) malam.
Upaya lainnya yaitu menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS) seperti cuci tangan. Kemudian pihaknya mewajibkan para jamaah yang akan berangkat umroh harus menjalani dua vaksinasi yaitu influenza dan meningitis di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Perak dan Bandara Juanda.
Jika tidak menjalani dua vaksinasi itu, kata Feni, jamaah itu akan ditolak masuk Arab Saudi. Jamaah juga diimbau memakai masker terutama di tempat keramaian. “Selain itu, jamaah umroh yang ada di sana hindari kontak dengan penderita flu MERS,” ujarnya.
Sumber :
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/umroh-haji/14/05/01/n4wdba-antisipasi-mers-jamaah-umroh-wajib-vaksinasi
Berita - Info Umroh dan Haji - Slider - ver
Langganan:
Postingan (Atom)








Recent Comments